Banner

Detail Berita

HOME / Detail Berita

DPUPR  Perbaiki Turap Ahmad Yani  

Gambar

TANJUNG REDEB –

Turap Jalan Ahmad Yani, yang diserempet kapal kontainer KM Pekau Riau dengan nomor lambung IMO 9645750 pada Senin 22 April 2019 lalu, sekitar pukul 11:30 WITA kini telah dilakukan perhitungan estimasi biaya perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.  

Yang diperoleh data melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dahri ST  perbaikan tersebut mencapai Rp 450 Juta. Yang saat ini pihaknya juga telah melakukan pengamatan terhadap konstruksi turap yang ditabrak, selama sebulan. Hasilnya, terjadi pergeseran konstruksi sekitar 1 milimeter.  

“Dari pengamatan tersebut memang kita lihat nampak ada pergeseran setelah tiga hari usai insiden. Jadi kenapa lama, karena kami masih terus melakukan pengamatan pergerakan konstruksi turap di lapangan. Barulah kami bisa menyimpulkan penanganan seperti apa yang harus dilakukan nantinya,” ungkapnya di ruang kerja, Senin (27/05/2019).  

Namun, dikatakan Dahry harus ada perlakuan khusus yang dilakukan, yakni memasang enam tiang penopang dari sisi sungai, yang fungsinya adalah memperkuat konstruksi titik turap yang ditabrak kapal.  

“Kita melihat dari uji lapangan titik turap yang ditabrak cukup keropos dan dapat terlihat jika air surut, dan apabila air sedang pasang, tekanan air dapat mengakibatkan kondisi turap yang rusak semakin labil. Bisa saja dari fenomena ini dapat lebih memperparah kerusakan dan pergeseran jika tidak segera mendapat penanganan,” jelas Dahry.  

Hingga saat ini, untuk melakukan perbaikan, pihaknya tinggal menunggu analisis dari pihak PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), sebagai perbandingan rekomendasi. Dan mengenai estimasi pembiayaan juga telah disampaikan kepada manajemen PT SPIL Berau yang telah diteruskan ke manajemen PT SPIL pusat.  

“Yang jelas, saya menjamin analisis kesimpulan dari kami tentunya memiliki garansi akan baik untuk penanganan turap, serta harapan kami, perbaikannya sudah bisa dimulai sebelum lebaran. Minimal sudah ada kapal ponton dekat turap itu untuk langkah awal perbaikan, karena dari kami merekomendasikan perbaikan dari sisi sungai karena jika dari darat banyak hal yang menggangu saat dilakukannya perbaikan,” pungkasnya.(Bangun Banua)  

Berita Terbaru