Banner

Detail Berita

HOME / Detail Berita

Rigid Mampu Menahan Beban Lebih Berat

Gambar

Tanjung Redeb, -

Untuk memenuhi kebutuhan kendaraan berkapasitas yang tonasenya diatas rata – rata, Pemkab Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUR) sejak beberpa tahun terakhir ini melakukan peningkatan jalan, yang sebelumnya diaspal, kini sebagian tengah dirigid. Hal ini dilakukan tidak terlepas meminimalisir kerusakan jalan, yang dilintasi kendaraan – kendaraan yang tonasenya melebihi beban maksimal di atas aspal.

Menurut Kepala Bidang Pembanguan Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Jimmy Arwi Siregar ST. M. Eng, kenapa jalan – jalan tertentu yang dirigid, seperti Jalan Sultan Agung, Jalan Durian , Jalan Haji Isa dan Jalan P Diponegoro, jalan – jalan tesebut dilintasi kendaraan – kendaraan yang tonasenya melebihi rata – rata kendraan umum lainnya. Sehingga badan jalan tersebut harus dirigid.

Satu sisi, kendaraan – kendaraan besar tersebut sudah tidak diperbolehkan lagi melintas di Jalan Bujangga, agar jembatan yanga ada di Jalan Bujangga tersebut tetap terpelihara dengan baik. Sehingga pembangunan peningkatan jalan tersebut lebih mengarah kepada kebutuhan.

“ Sehingga alternatifnya kendaraan – kendaraan yang tonasenya berkapasitas di atas rata – rata harus melintas jalur Jalan Sultan Agung, tembus ke Jalan Durian III,” Ujarnya.

Kelebihan rigid ini, kata Jimmy, mampu menahan beban kendaraan berkapasitas besar, karena bahan bakunya bisa mengeras. Berbeda dengan aspal, seakin terkena sinar matahari, semakin lentur, yang dapat mengakibatkan bahu jalan cepat rusak jika tiap hari dilintasi kendaraan berbeban berat. “ Sebab kondisi tekstur tanah dsini beda dengan di Pulau Jawa yang berpasir, sehingga tanahnya dapat memadat. Sedangkan di Berau tekstur tanahnya bergerak atau lentur dan tidak berpasir,” Ungkapnya.

Namun pihaknya juag mengakui, bahwa biaya mengaspal dengan biaya merigid badan jalan lebih mahal merigid. “ Perbandingan angagaran untuk merigid lebih mahal dari pada aspal, bisa dua kali lipat biaya pembangunannya. Perbandingannya biaya pengaspalan satu kilo, rigid cuman setengah kilo. Dan pemeliharaan aspeal lebih mudah dari pada rigid, karena lalau rigid pecah harus dibogkar, sementara kalau jalan beraspal rusak cukup ditambal ” Katanya lagi.

Kendati demikian, jalan yang sudah di rigid terersebut bukan berarti sudah final, karena ada rencana jalan – jalan yang sudah dirigid tersebut kedepannya nanti akan diaspal. “ Kalau keinginan kami semua jalan dalam kota dirigid semua, tapi apa daya konsidi keuangan daerah tidak memungkinkan, sehingga mau nggak mau harus dilakukan secara bertahap. Tapi kalau jalan yang beraspal masih memungkinkan tetap dipelihara. Jika tidak memungkinkan lagi akan dirigid,” Ungkap Jimmy.

Dijelaskan Jimmy juga, bahwa dengan dirigidnya badan jalan tersebut, maka badan jalan memiliki pondasi yang kokoh, dibandingkan badan jalan dihampur sertu lalu dilakukan pngerasan, kemudian diaspal. Inilah yang membuat kondisi jalan yang mudah rusak, ketika dilintasi kendaraan yang tonasenya di atas rata – rata.

“ Tapi kalau misalkan badan jalan itu dirigid terlebih dulu, lalu diaspal dipastikan akan memiliki kekuatan yang berbeda. Karena sudah memiliki pondasi yang kokoh, dan memiliki jalan yang usianya lebih lama,” Pungkasnya.(bangun banua)