Banner

Detail Berita

HOME / Detail Berita

Tingkatkan Kapasitas Produksi Air Bersih Kejar Target 30 Ribu Pelanggan

Gambar

Tanjung Redeb -

Untuk memberikan pelayanan kebutuhan dasar air bersih kepada masyarakat Kota Tanjung Redeb dan sekitarnya secara merata, Pemkab Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) meningkatkan kapasitas produksi PDAM Tirta Segah, yang semula hanya 200 liter perdetik, kembali ditingkatkan menjadi 2 x 200 liter perdetik.

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Rusdi S.T, Senin (21/7) pagi kemarin, menjelaskan bahwa untuk sementara ini yang stay di PDAM Tirta Segah 200 liter perdetik, besaran kapasitas tersebut memberikan pelayananan kepada sekitar 19 ribu pelanggan yang ada di Kota Tanjung Redeb dan sekitarnya.

Kota Tanjung Redeb dan sekitarnya itu dijelaskan Rusdi, yakni terdiri dari Teluk Bayur, Gunung Tabur, Sambaliung dan Kota Tanjung Redeb sendiri. “ Dalam Kota Tanjung Redeb sendiri juga terdapat instalasi pengelolaan air (IPA), yakni PDAM Singkuang 20 liter perdetik plus 50 liter perdetik. Kemudian PDAM Sambaliung 80 perdetik, Teluk Bayur 10 liter perdetik. Sementara untuk Gunung Tabur ikut PDAM Tirta Segah, Karena PDAM Gunung Tabur belum dapat difungsikan,” ujarnya.

Menurut Rusdi, peningkatakan kapasitas produksi ini dalam rangka mengejar target pelayanan kepada 30 ribu pelanggan, dengan persyaratan penambahan kapasitas yang ada di PDAM Tirta Segah di Jalan Raja Alam 2 x 200 perdetik. “ Sekarang peningkatan produksi air itu sudah terbangun 200 liter perdetik, tetapi belum dapat dioperasikan. Menurut rencana tahun 2020 mendatang penambahan kapasitas produksi 200 liter perdetik ini dioperasikan,” ujarnya.

Ketika disinggung berapa anggaran untuk penambahan kapasitas produksi air tersebut, dikatakan Rusdi biaya penambahannya saja sekitar Rp 98 milliar yang direncanakan, tetapi pembiayaannnya ini bertahap, dan sampai akhir tahun 2019 nanti pun anggaran segitu belum cukup.

Karena itu disampaikan Rusdi, proses anggaran peningkatan kapasitas produksi air bersih ini dilakukan secara bertahap, dimulai anggaran tahun 2011, kemudian tahun 2014 – 2015, kemudian lanjut dianggarakan tahun 2016 hingga anggaran tahun 2019 dengan total anggaran secara keseluruhan Rp 198 miliar.

“ Itu pun belum cukup, karena masih dibutuhkan anggaran untuk pembangunan IPA satu 200 liter perdetik, sama pemasangan jaringan , anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 20 miliar lagi, tapi semua itu kembali disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,” ungkapnya. (bangun banua)