Banner

Detail Berita

HOME / Detail Berita

Drainase Jalan Dermaga Minimalisir Banjir Murjani

Gambar

Tanjung Redeb –

Pembuatan drainase yang sesuai dengan master plan serta mengikuti arah aliran air, pastinya akan berdampak cukup signifikan. Seperti yang telah rampung dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau di Jalan Dermaga Tanjung Redeb. Drainase yang dikerjakan sejak 2018 itu nyatanya mengurangi debit air yang selama ini sering menggenangi jalanan sekitarnya.

“Bisa dilihat di depan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIEM) Berau di Jalan Murjani II yang merupakan tembusan dari Jalan Dermaga itu yang biasanya sehabis hujan ada genangan air luapan dari drainase di depannya, sekarang hampir tidak pernah lagi kita lihat genangannya. Ini setelah kita kerjakan proyek drainase di sepanjang Jalan Dermaga itu,” jelas Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), DPUPR Berau, Dahri ST ketika ditemui Selasa (23/7).

Mengapa bukan di depan kampus STIEM yang dikerjakan? Dikatakan Dahri, untuk pengerjaan drainase khususnya dalam kota, memang harus melihat master plan yang ada. Dan untuk di Jalan Murjani memang harus memulai dengan jalur Jalan Dermaga yang notabene aliran airnya bisa langsung menuju sungai yakni ke Jalan Manggarai dan Jalan Karang Ambon. Jadi, jalur larinya air hujan yang biasanya hanya melewati saluran di depan STIEM sekarang bisa langsung menuju sungai.

Proyek pembuatan drainase di Jalan Dermaga tersebut adalah salah satu proyek multiyears contract (MYC) yang dikerjakan oleh DPUPR. Pada paket MYC tersebut, terdapat beberapa kegiatan proyek yang dilakukan di sejumlah titik dengan nama kegiatan pembangunan dan peningkatan saluran drainase perkotaan. Pekerjaan proyek peningkatan drainase dalam kota dengan sistem tahun jamak itu, kata dia, mulai dilakukan tahun 2018 dengan anggaran sebesar Rp 51 miliar.

Lebih lanjut, Dahri menjelaskan jika keberadaan proyek yang masuk dalam MYC tersebut memang bertujuan untuk mengatasi genangan dan banjir dalam kota. Termasuk di Gang Ketapi, Jalan Durian III.

“Karena dengan selesainya proyek ini nanti, maka diharapkan setidaknya dapat meminimalisir persoalan tersebut. Sehingga nantinya tidak ada lagi yang disebut banjir dalam kota oleh masyarakat,” harapnya. (bangun banua)