Banner

Detail Berita

HOME / Detail Berita

DPUPR Terbantu Jika Ada Masyarakat Yang Peduli

Gambar


Tanjung Redeb

Guyuran hujan tidak jarang membuat genangan air di sejumlah titik jalan di Kabupaten Berau, bahkan terkadang membuat kondisi aspal jalan menjadi berlubang. Melihat kondisi seperti ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau terus berupaya melakukan penambalan sejumlah jalan yang berlubang .

Dalam pembenahan jalan ini, TRC DPUPR juga sangat terbantu dengan adanya masyarakat atau komunitas yang  peduli terhadap kondisi jalan berlubang. Jika mereka memberikan ada tanda cat pilok pada titik-titik jalan yang berlubang di jalan.

Kabid Pembanguan Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Jimmy Arwi Siregar ST. M. Eng mengungkapkan, bahwa pihaknya memang merasa terbantu dengan aksi dari sekelompok masyarakat atau komunitas yang sudah menandai jalan-jalan berlubang.

" Ya memang turut membantu, dimana titik putih atau tanda putih, pasti ada jalan berlubang, disitu kita perbaiki. Terkadang dengan tanda tersebut malah akan lebih cepat informasinya, kadang kan ada yang memfoto lalu diunggah di medsos," bebernya.

Pihaknya tidak mempermasalahkan aksi masyarakat atau komunitas tersebut, karena apa yang dilakukan ini juga dapat mengingatkan kepada pengguna jalan, agar waspada ada jalan berlubang, sehingga dapat meminimalisir laka lantas. Asalkan dalam aksinya mereka tidak menuliskan atau menandai jalan-jalan berlubang dengan kata-kata yang negatif, cukup beri tanda jalan yang berlubang, agar mudah terpantau..

"Bukan hanya karena keluhan saja ketika menambal jalan, tapi kita juga kerja walaupun tidak ada keluhan. Kita keliling memantau mana saja titik-titik yang terdapat jalan berlubang, selanjutnya langsung kita lakukan penambalan. Jadi kerja kita bukan hanya karena ada keluhan saja," ungkapnya

Sementara itu, sambung Jimmy, dalam penambalan jalan berlubang, memang pihaknya menyampaikan, bahwa penanganannya memang tidak bisa langsung memperbaiki secara keseluruhan. Pasalnya jika dilakukan secara keseluruhan, anggaran yang digunakan belum mencukupi, sehingga harus bertahap.

"Ya kalaupun anggarannya besar, dananya kita bagi-bagi untuk kegiatan lainnya. Harus bergiliran secara bertahap. Kalau jalan berlubang kan menggunakan dana insidentil, sehingga mau tidak mau penanganan jalan berlubang ini dilakukan secara bertahap " pungkasnya. (bangun banua)