Banner

Detail Berita

HOME / Detail Berita

Sukseskan Kota Tanpa Kumuh

Gambar

Tanjung Redeb-

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Berau, kini tengah berupaya mensukseskan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang menjadi fokus pemerintah pusat dan yang menjadi komitmen Pemkab Berau.

Untuk itu, menurut Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman, DPUPR Berau, Rusdi S.T.kolaborasi merupakan bagian terpenting dalam percepatan penanganan kawasan kumuh.

Warga bersama pemerintah harus berkontribusi nyata, dengan kerja keras dan cerdas demi kemajuan Kabupaten Berau. Karena keberhasilan pembangunan daerah kuncinya atau faktornya tiada lain, yakni semangat kebersamaan dan kegotong-royongan, juga kondusifitas,” ujarnya.

Karena itu semua pihak terkait yang terlibat dalam program Kotaku, diharapkan bisa menjadi pelopor semangat masyarakat. Sehingga, di Kabupaten Berau ini tidak ada lagi kawasan permukiman kumuh, dan berganti menjadi pemukiman yang produktif, layak huni serta berkelanjutan.

Oleh sebab itu pendapat Rusdi, kehadiran Izin Mendidirikan Bangunan (IMB) pada sebuah bangunan sangatlah penting, karena bertujuan untuk menciptakan tata letak bangunan yang aman dan sesuai dengan peruntukan lahan, serta menghindarkan lingkungan yang terkesan kumuh.

Sisi lain, sambung Rusdi, keberadaan IMB juga sangat dibutuhkan ketika terjadi transaksi jual beli rumah. Untuk itu, lanjutnya, melalui sosialisasi penanganan IMB ini diharapkan masyarakat mendapatkan gambaran dalam arti luas . “ Apa fungsinya dan apa untungnya untuk bangunan pribadi, bangunan pemerintah maupun bangunan swasta serta apa keuntungan yang didapat oleh suatu daerah apabila memiliki peraturan dearah tentang bangunan gedung yang memuat pengaturan terkait penyelenggaraan IMB. Urainya.

Karena itu, melalui program penataan pemukiman yang melalui Kotaku ini sangat penting, agar pemukiman penduduk dapat tertata dengan rapi, aman dan sehat. “ Sebab jika pemukiman penduduk ini jika tidak ditata dengan baik, maka akan terlihat kumuh, dan jika sudah terlihat kumuh, maka lingkungan sekitar dipastikan akan rawan penyakit, dan korbannya bukan lain, tetapi warga sekitar. Karena itu kami terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar kesadaran masyarakat peduli terhadap lingkungan semakin besar,” Pungkasnya. (bangun banua)