Banner

Detail Berita

HOME / Detail Berita

DPUPR Tingkatkan Jalan dan Penyehatan Lingkungan

Gambar

Tanjung Redeb -

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus melakukan peningkatan jalan lingkungan dan penyehatan, di luar program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), seperti semenisasi, perbaikan drainase pemukiman. “ Kebetulan Baplitbang  mengarahkan kami hanya di daerah Sambaliung, Gunjung Tabur, Teluk Bayur. Untuk Kota Tanjung Redeb ditangani oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim). Jadi semua lingnya sudah dibagi,” ujar Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Rusdi S.T.

Diakuinya, saat ini sanitasi sangat minim, terlebih seperti di daerah bantaran sungai Teluk Bayur, Milono, Karang Ambun dan Gunung Panjang. Diakuinya, bahwa saat ini rata – rata masyarakat menggunakan septic tank masing – masing, dan ini harusnya diolah dan hasilnya bisa menjadi air biasa. Sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan, dan ini dibutuhkan dukungan dari masyarakat, agar di wilayahnya tersedia lahan untuk pembangunan sanitasi, demi kepentingan bersama.

Selain itu, kata dia, bidangnya juga menangani soal persampahan, tapi hal itu sudah ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Terkecuali ada pembangunan fisik jika DPUPR diajak koordinasi pihaknya menyatakan siap. Sebab, pada umumnya yang menyangkut pembangunan fisik, DPUPR kerap kali dilibatkan untuk memberikan sumbang saran atau masukan, agar dalam proses pembangunan fisik tersebut tidak menemui kesalahan.

Menurut Rusdi, yang menjadi perhatian DPUPR adalah Instalasi Pengolahan Limbah (ILP). “ Kita sudah punya, tetapi tidak berfungsi, dan tahun ini rencana akan mengadakan perencanaan ILP di TPA,l yang membutuhkan anggaran sekitar Rp 200 jutaan lebih. Karena bupati meminta TPA tersebut bukan hanya tempat pembuangan sampah akhir, tapi kalau bisa untuk rekreasi. Nah ini kan tantangan tersendiri bagi kami,” ungkapnya.

Ketika disinggung soal fisik ILP, Rusdi kembali menjelaskan, bahwa kalau pun nanti setelah perencanaan, fisiknya nanti diserahkan kepada satuan kerja yang ada di Provinsi, karena pihak Provinsilah yang akan melaksanaan pembangunan ILP tersebut,jelasnya. (bangun banua)