Banner

Detail Berita

HOME / Detail Berita

Muharram : “ 70 Kabupaten dan Kota Belum Terapkan Sistem Kinerja ASN”

Gambar

Tanjung Redeb

Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM berharap semua OPD ada upaya – upaya yang optimal untuk menyempurnakan, karena Pemerintah Daerah tahun 2020 mempunyai target sudah menerapkan sistem kinerja bagi ASN, dan ini bukan ide atau gagasan seorang bupati untuk melakukan perubahan, tetapi ini adalah bagian tuntutan dari UU yang memang mewajibkan.

“Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia tinggal 70 yang belum menerapkan itu, dan itu termasuk Kabupaten Berau, kita ini termasuk terlambat,” Hal ini diungkapkan pada saat Dianas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melauching Sistem Informasi Manajemen Pelaksanaan Kontruksi (SIMPEK), dalam rangka mematangkan sumber daya manusia (SDM) melalui inovasi E-LEARNING, mempermudah monitoring kegiatan proyek, dan controling penyerapan anggaran kegiatan proyek perubahan, Rabu (2/9).

Kata Muharram, yang dimaksud anggaran kinerja ini masing – masing personal atau jabatan ada item pekerjaan berdasarkan bisang dan jabatan masing – masing. Ada sekian ratus item yang akan masuk sistem, setiap yang dilakukan ada poin yang dicapai, untuk Kabupaten Berau poin tersebut kalau tidak asalah bernilai antara Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu. Jika ini diterapkan, tidak ada ASN yang tidak serius bekerja, kecuali yang ingin berhenti menjadi seorang ASN. Terangnya.

“Penerapan finger print selama ini yang diterapkan, ternyata masih banyak yang membodohi diri sendiri, pagi setelah finger print keluar tiingalkan kantor, menjelang sore kembali finger print lagi. Ini bukan mebodohi bupati, tapi membodohi diri sendiri,” tegas Muharram

Tetapi ketika peraturan itu diterapkan, 40 persen poin yang sudah ditentukan tersebut, ASN akan mendapatkan maniesmen. “Tetapi jika ada ASN yang mempu bekerja memnuhi poin – poin yang ditetukan, dipastikan pendapatannya akan meningkat. Bisa jadi seorang Kasi pendapatan gajinya nanti lebih tinggi, daripada seorang kepala bidang, tergantung semangatnya bekerja,” terangnya.

Oleh karena itu Muharram mengimbau kepada semua ASN yang ada di DPUPR mulai mempersiapkan diri mulai sekarang. “ Kalau tih ASN ini bukan dunianya, ya sekalian aja jadi kontraktor supaya lebih cepat sukses, dari pada menjadi ASN tidak bersemangat untuk bekerja,” tegasnya.

Untuk itu Muharram mengimbau kepada semua ASN yang ada di Kabupaten Berau bekerja lebih profesional, memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Agar semua program pemerintah berjalan dengan baik, dan roda pembangunan di segala bidang berjalan lebih cepat.

Karena itu ASN juga dituntut membuat inovasi – inovasi dengan memanfaatkan kecangggihan teknologi, untuk mempermudah, mempercepat dan berkualitas, khhususnya untuk kepentingan bersama, antara pemerintah danmasyarakat.

Untuk itu Muharram berharap kepada DPUPR kedepan semakin sukses dalam menjalankan program – programnya. Karena baik dan buruknya pembangunan di Kabupaten Berau bergantung kepada DPUPR. Jika DPUPR gagal, maka Kabupaten Berau juga mengalami kegagalan, mengingat DPUPR mendominasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Berau.

“Termasuk soal perencanaan harus mengontrol konsultan perencanan, pengawas maupun kontraktor, agar hasil pembangunan dapat mencapai maksimal, dan jangan sampai terjadi indikasi kerja sama yang tidak baik, terlebih terjadi penggelembungan anggaran, agar tidak terjadi pemborosan, serta efisiensi anggaran perlu dilakukan,” imbaunya. (bangun banua)