Banner

Detail Berita

HOME / Detail Berita

Kembangkan Wisata Melalui Penataan Bantaran Sungai

Gambar

Tanjung Redeb -

Pemerintah Kabupaten Berau terus mengembangkan destinasi baru untuk menjadi salah satu daya tarik pariwisata. Salah satunya dengan menata bantaran sungai yang ada di Bumi Batiwakkal. Oleh karena itu Pemerintah Daerah telah menata bantaran sungai secara bertahap, baik bantaran Sungai Segah maupun Sungai Kelay secara bertahap, dengan menyesuaikan kondisi keuangan daerah.

"Ini merupakan program bapak bupati dan bapak wakil bupati, dalam mewujudkan Sungai Segah dan Sungai Kelay tertata rapi, sehingga kedepannya dapat dijadikan tempat wisata sungai seperti daerah – daerah lain," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau, Ir Andi Warewangeng S.T M.T .

Lebih lanjut Andi menambahkan dalam penataan yang menjadikan sungai ini bersih juga merupakan sebuah konsep river walk (tempat untuk berjalan di bantaran sungai). Sungai yang telah ditata kini dijadikan tempat rekreasi dan berdampak ekonomi serta bisa mengedukasi masyarakat tentang kebersihan seperti yang ada di sepanjang Jalan Pulau Drawan, Jalan A Yani, Tepian Gunung Tabur dan tepian Sabaliung. “ Kedepannya dengan peningkatan kesadaran diri tidak menjadikan sungai sebagai tempat membuang sampah,” ujarnya.

Disamping itu diharapkan melalui penataan sungai masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan terutama sungai. Sungai yang ditata juga bisa sebagai sekolah, sungai dimana menjadikan masyarakat lebih peduli terhadap sungai.

Saat ini para wisatawan telah beralih mencari wisata alam melalui pelestarian lingkungan dan wisata budaya, seperti kabupaten atau kota yang wisatanya lebih dulu maju. Tentunya melalui penataan sungai yang berdampak pada lingkungan menjadi salah satu daya tarik wisatawan. 

Untuk mewujudkan semua itu tentunya sungai yang telah ditata menjadi destinasi wisata baru harus dilengkapi berbagai penunjang pariwisata seperti akses dan identifikasi potensi untuk dipromosikan. Disamping itu keterlibatan masyarakat menjadi hal yang utama dalam melestarikan dan menjaga destinasi wisata sungai tersebut.

“ Oleh sebab itu, untuk mewujudkan semua itu pula dibutuhkan penataan bantaran sungai diawali dengan penurapan, seperti di Jalan Ys Sudaro sampai Jalan Milono. Dengan demikian semua bantaran sungai tertata dan menjadi daya tarik wisata. "Ini diperlukan komitmen semua komponen terutama masyarakat untuk turut mewujudkan sungai bersih, dan tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai," harapnya.

Sebab maraknya permukiman di bantaran sungai tidak hanya merusak pemandangan dan aturan yang berlaku, tetapi juga memperbesar daya rusak potensi banjir. Karena deretan rumah warga ini juga berpeluang menjadi korban bencana yang bisa sewaktu-waktu datang.

Kata Andi, bukan hanya mempersempit daya tampung sungai, pendirian bangunan ini kadang juga memaksa pengubahan arus air sungai, sehingga membahayakan keselamatan warga.“ Untuk itu kami terus berupaya melakukan sosialisasi ke warga dengan melaibatkan instansi terkait. Dalam jangka panjang, kami berencana malakukan pembuatan jalan-jalan inspeksi di setiap bantaran, dengan dilengkapi berbagai fasilitas dan taman serta penghijauan lainnya, sama seperti di tepian Jlan A Yani atau tepian Jalan Pulau derawan,” pungkasnya. (bangun banua)