Banner

Detail Berita

HOME / Detail Berita

Masih Butuh Rp 6 Miliar untuk Menghitamkan Jalan Poros Pegat Bukur  

Gambar

DPUPR masih membutuhkan anggaran Rp 6 miliar 

Tanjung Redeb - 

Setidaknya ada 1,120 Km lagi jalan poros Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung yang harus dihitamkan. Mengingat anggaran tahun 2019 yang tersedia untuk mengaspal jalan tersebut hanya mampu menyelesaikan 3.600 Km. Untuk itu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berharap anggaran tahun 2020 mendatang pengaspalan di jalan poros Pegat Bukur semua teraspal.

Sebelumnya, peningkatan jalan poros Pegat Bukur merupakan akses menuju tiga kampung. Yakni, Kampung Pegat Bukur sendiri, Kampung Inaran dan Kampung Bena Baru. Total panjang ruas jalan ini sepanjang 7,799 Km, dengan kondisi awal 1 Km telah teraspal, dan sisanya mulai jalan poros sepanjang kurang lebih 4,720 Km, kondisi jalan sirtu lebar 4 meter, dengan nilai kontrak Rp. 23.205.048.348, waktu pelaksanaan dimulai 8 februari hingga 20 September 2019 dan dikerjakan oleh PT. Cahaya Berlian, dan sumber angaran bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019.

Dalam pekerjaan saat ini ditangani kegiatan perbaikan geometrik jalan dengan memperbaiki elevasi jalan, tikungan dan pelebaran jalan semula 4 meter menjadi 5.5 meter. Sepanjang 3,600 Km masih dibutuhkan anggaran untuk pengaspalan 1,120 km untuk menuntaskan pengaspalan ruas poros Pegat Bukur, dan semua dilakukan bertahap sesuai anggaran yang ada.

Jimmy Arwi Siregar ST. M. Eng menjelaskan, untuk menuntaskan pengaspalan jalan poros Kampung Pegat Bukur secara keseluruhan yang kini tinggal 1,250 Km lagi, membutuhkan anggaran sekitar lebih kurang Rp 6 miliar lagi.

“ Menurut perhitungan kami, persatu kilo meter biaya pengaspalan ini dibutuhkan anggaran sekitar Rp 4,5 miliar. Jadi kalau yang tersisa 1,250 kilo meter lagi, menurut hitungan kami secara keseluruhan hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp 6 miliaranlah, itu sudah termasuk biaaya administrasinya,” jelasnya.

Namun menurut Jimmy, pembiayaan pengaspalan jalan Kampung Pegat Bukur yang menghubungkan ke Kampung Bena Baru dan Kampung Inaran dari DAK. Sehingga di APBD murni tahun 2020 tidak ada.

“Sehingga tidak ada perencanaan dan belum dapat dilanjutkan pengaspalan ini,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, sambung Jimmy, dirinya berharap meskipun anggaran untuk lanjutan pengaspalan jalan poros Kampung Pegat Bukur ini di APBD murni tahun 2020 belum teranggarkan, dia berharap di APBD Perubahan tahun 2020 mendatang dapat dianggarankan.

“ Nanti di APBD Perubahan tahun 2020 akan kami coba usulkan, dengan harapan jalan poros Kampung Pegat Bukiur ini semua dapat diaspal. Kalau nggak bisa, ya terpaksa kita usulkan lagi di APBD murni tahun 2021 mendatang, dan besar harapan kami APBD murni tahun 2021 semua sudah diaspal semua,” pungkasnya.(bangun banua)

Berita Terbaru

Berita Terpopuler