Rehab Gapura Selamat Datang Rp 2,79 Milliar
TANJUNG REDEB WEBSITE DPUPR –
Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau kembali merealisasikan salah satu program bupati terkait tata kota dan penataan ruang di Berau.
Salah satu program itu terimplementasi dalam pembangunan rehab Gapura Selamat Datang yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Tanjung Redeb atau di sekitar perempatan lampu merah daerah Kilo 5 Berau.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Konstruksi Gapura Selamat Datang dan Pemasangan Videotron pada DPUPR Berau, Rendra, menjelaskan bersamaan dengan perbaikan gapura, juga dilakukan pemasangan videotron di atas bubungan gapura tersebut.
Pagu anggaran sejumlah Rp 2.793.330.000 atau sekira Rp 2,79 miliar juga sudah disiapkan untuk pengerjaan proyek tersebut. Kendati demikian, anggaran itu hanya untuk pengerjaan tahap 1.
"Untuk tahun ini, kita masih tahap 1. Sesuaikan dengan anggaran. Kalau kita paksakan nanti kualitasnya juga jelek. Tahap 1 ini untuk bangunan tengah dan videotron. Tahap 2-3 nanti bangunan sayap kiri dan kanan," terangnya.
Proyek pemugaran gapura dan pemasangan videotron tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari program bupati. DPUPR mencoba mengakomodasi pembangunan itu demi merealisasikan program tersebut. Tentu terkait dengan penataan kota Berau agar lebih terlihat modern.
"Biar lebih modern. Tapi desainnya akan menampung kearifan lokal juga. Seperti ada caving plat yang berbentuk batik Berau," ungkapnya.
Terkait proses pengerjaan, Rendra menjelaskan, tahap 1 pembangunan itu dimulai dengan pembongkaran gapura. Pembongkaran itu juga sudah mulai dilaksanakan sejak 25 Juli lalu. "Setelah habis pembongkaran, kita fondasi. Strukturnya sendiri kita pakai baja," jelasnya.
Setelah struktur dasar itu berdiri, di atas gapura itu akan dipasang videotron. Pemasangan videotron itu bertujuan untuk memudahkan Diskominfo dan Disbudpar untuk menyampaikan berbagai informasi yang diperlukan terkait pembangunan daerah.
"Kalau dulu kan kita manual. Kita pakai baliho, kita tempel. Kalau sekarang kan tidak ribet karena nanti kita serahkan ke dinas terkait. Ke Diskominfo atau Dinas Pariwisata," sambungnya.
Untuk memuluskan pengerjaan itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan semua pihak yang terlibat dalam pengerjaan itu, seperi Dinas Perhubungan, Diskominfo, Disbudpar, PLN, dan sebagainya.
"Kita juga koordinasi dengan Balai Jalan karena jalan ini milik jalan nasional. Kemarin baru dapat lampau hijau sehingga baru pengerjaan," imbuhnya.
Balai Jalan Nasional, ungkapnya, sudah menyempatkan diri untuk memantau aktivitas pengerjaan dan memberikan izin terkait pengerjaan itu. Termasuk Dishub juga diminta bantuan untuk mengatur rekayasa lalu lintas.
"Mereka menyempatkan waktu datang ke sini waktu itu. Jadi katanya selama itu tidak mengganggu jalan, diberi izin. Karena memang kita tidak memakan bagian jalan. Cuma bagian atas dan pinggir," paparnya.
Terkait kendala, Rendra mengakui saat ini belum ada kendala yang berarti. Hujan dan cuaca yang terjadi juga masih bisa diantisipasi. Termasuk, berbagai material yang diperlukan, terus dikomunikasikan dengan konsultan perencana. (hel)