APBD Berau Turun pada 2027, DPUPR Fokus Infrastruktur Prioritas
BERAU – Turunnya proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) Kabupaten Berau dari sekitar Rp3,42 triliun pada 2026 menjadi
sekitar Rp2,4 triliun di 2027 membuat Pemerintah Kabupaten Berau harus menyusun
ulang skala prioritas pembangunan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Fendra
Firnawan, mengatakan keterbatasan anggaran tidak akan mengubah fokus
pembangunan. Infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan, tetap menjadi
program utama karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
"Prioritas kami tetap pada infrastruktur yang manfaatnya paling
dirasakan masyarakat, terutama jalan dan jembatan," katanya.
Menurut Fendra, setiap program akan diseleksi berdasarkan tingkat urgensi
dan dampaknya. Di tengah keterbatasan anggaran, DPUPR memastikan pelayanan
tetap berjalan, termasuk melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) yang menangani
kerusakan jalan secara sementara sebelum dilakukan perbaikan permanen.
Ia juga mengajak masyarakat aktif melaporkan kondisi infrastruktur yang
rusak agar dapat segera ditindaklanjuti dan masuk dalam daftar prioritas
pembangunan.
Fendra menegaskan, penentuan skala prioritas dilakukan agar anggaran yang
tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, proyek-proyek yang
memiliki manfaat langsung bagi masyarakat akan didahulukan dibandingkan
pembangunan yang sifatnya belum mendesak.
Selain melakukan efisiensi, DPUPR juga terus membuka peluang pendanaan dari
luar APBD. Koordinasi dengan pemerintah pusat terus diperkuat untuk mengusulkan
sejumlah proyek strategis melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), program Instruksi
Presiden (Inpres) Jalan Daerah, maupun sumber pendanaan lain yang berasal dari
APBN.
"Kami akan memanfaatkan semua peluang pendanaan yang ada agar
pembangunan infrastruktur di Berau tetap berjalan meski kemampuan fiskal daerah
menurun," pungkas Fendra.(DM)