Cek Kerusakan Tepian Jalan Ahmad Yani, DPUPR Pastikan Penanganan Dibiayai Pihak Kapal

Cek Kerusakan Tepian Jalan Ahmad Yani, DPUPR Pastikan Penanganan Dibiayai Pihak Kapal

TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, memastikan terdapat sejumlah kerusakan pada fasilitas melekat yang berada di area pedestrian, usai insiden KM Pekan Riau menghantam tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb akhir pekan lalu.


Pihak DPUPR berharap seluruh biaya perbaikan dapat menjadi tanggung jawab manajemen kapal, supaya tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).


Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan untuk memastikan kondisi kerusakan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.


Berdasarkan hasil pengamatan, kerusakan ditemukan pada beberapa bagian fasilitas yang terpasang di sepanjang siring. 


Di antaranya dudukan meja berbahan besi holo yang mengalami kerusakan, serta granit penutup pada bagian bawah yang pecah di sejumlah titik.


“Ada dudukan meja dari besi holo dan granit bagian bawah yang rusak,” jelasnya.


Kerusakan tersebut menurut Junaidi, masih akan didata lebih rinci sebagai dasar penyampaian dalam pembahasan lintas instansi. Pihaknya juga akan mengikuti rapat koordinasi yang difasilitasi Dinas Perhubungan, untuk membahas tindak lanjut penanganan insiden. 


"Termasuk mekanisme pertanggungjawaban dari pihak kapal," ujarnya. 


Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima secara lisan, manajemen KM Pekan Riau telah menyampaikan kesediaan untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan.


Karena itu, pihaknya menegaskan akan mengupayakan agar proses pemulihan fasilitas tidak menggunakan dana pemerintah daerah. 


“Kami targetkan tidak menggunakan APBD,” tegas Junaidi.


Ia menambahkan, pihaknya akan menyampaikan hasil pengecekan lapangan dalam rapat koordinasi bersama instansi terkait. Harapannya, proses penyelesaian dapat berjalan lancar. 


"Dan komitmen manajemen kapal untuk memperbaiki kerusakan, dapat segera direalisasikan," harapnya. (*)