DPUPR Berau Alokasikan Rp 20,4 Miliar Tingkatkan Jalan Poros Hulu Kelay
TANJUNG REDEB, WEBSITE DPUPR – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20,4 miliar untuk melanjutkan rehabilitasi jalan poros Baturajang – Long Lamcin, Kecamatan Kelay. Penanganan infrastruktur darat ini bertujuan memantapkan konektivitas kawasan pedalaman sekaligus mencegah terputusnya aksesibilitas saat musim hujan.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menjelaskan bahwa fokus pengerjaan fisik tahun ini menyasar titik-titik rawan pada jalur penghubung antar-kampung di wilayah Hulu Kelay.
"Pekerjaan tahun ini terkonsentrasi pada segmen Long Duhung hingga Long Keluh menuju perbatasan Sungai Duhung sebagai kelanjutan dari program penanganan tahun sebelumnya," terang Junaidi, Kamis (13/8/2026).
Penanganan teknis mencakup peningkatan struktur badan jalan sepanjang 6.800 meter dengan lebar 6 hingga 8 meter menggunakan lapis tanah pilihan. Selain peningkatan badan jalan, DPUPR membangun gorong-gorong Armco di 4 titik serta memasang 3 unit jembatan Bailey (rangka baja) berbentang rata-rata 18 meter guna menggantikan struktur kayu yang rawan rusak saat debit air meningkat.
Guna menjaga kelancaran pelaksanaan di lapangan, DPUPR Berau telah menggelar sosialisasi dan koordinasi bersama unsur Muspika Kecamatan Kelay, pemerintah kampung, serta tokoh masyarakat di Balai Pertemuan Kampung Long Duhung pada Selasa (11/8/2026).
Proyek yang dilaksanakan oleh PT Praja Inti Mandiri ini telah memasuki tahapan mobilisasi alat berat.
"Material jembatan Bailey saat ini dalam proses pengadaan dan dijadwalkan tiba di lokasi pada pertengahan September untuk segera dirakit. Seluruh item pengerjaan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember mendatang," tambahnya.
Jalur poros Baturajang – Long Lamcin merupakan urat nadi transportasi darat tunggal bagi masyarakat Kampung Long Duhung, Long Keluh, Long Pelay, hingga Long Lamcin. Peningkatan kualitas jalan ini diharapkan menggerakkan roda ekonomi lokal serta mempermudah mobilitas warga.
"Pemerintah daerah berkomitmen meratakan pembangunan hingga kawasan pedalaman hulu. Meski demikian, penanganan akan dilanjutkan secara bertahap mengingat masih terdapat sekitar 30 kilometer jalur menuju Long Suluy yang memerlukan penanganan pada periode anggaran berikutnya," tutup Junaidi. (hel)