DPUPR Berau Kebut Pembangunan TPST Maratua, Ditarget Beroperasi pada 2027

DPUPR Berau Kebut Pembangunan TPST Maratua, Ditarget Beroperasi pada 2027

MARATUA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau terus memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah di wilayah pesisir dan kepulauan. Setelah membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Pulau Derawan, kini pembangunan fasilitas serupa di Pulau Maratua menjadi salah satu proyek prioritas yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (AMPLP) DPUPR Berau, Decty Toge Manduli, menjelaskan TPST Maratua dirancang sebagai pusat pengolahan sampah terpadu yang akan melayani seluruh kampung di Pulau Maratua. Berbeda dengan TPS 3R, seluruh sampah akan diproses hingga tahap akhir di satu lokasi sehingga dapat mengurangi beban pencemaran lingkungan.

"Konsepnya adalah pengolahan terpadu. Sampah dari seluruh kampung akan dibawa ke TPST, kemudian dipilah dan diolah sampai tuntas dalam satu kawasan," jelasnya.

Berdasarkan Detail Engineering Design (DED), nilai investasi pembangunan TPST Maratua mencapai lebih dari Rp30 miliar. Hingga saat ini, pemerintah telah mengalokasikan sekitar Rp6 miliar untuk pembangunan tahap awal, sementara penyelesaian proyek akan dilakukan secara bertahap mengikuti kemampuan anggaran daerah.

Menurut Decty, prioritas berikutnya adalah menyelesaikan bangunan utama beserta pengadaan mesin pengolah sampah yang menjadi komponen inti operasional fasilitas tersebut. Untuk tahapan itu diperkirakan masih dibutuhkan anggaran sekitar Rp7 miliar.

Selain mengejar penyelesaian fisik, DPUPR juga memastikan sistem pengolahan sampah yang diterapkan mengikuti regulasi lingkungan terbaru. Penggunaan insinerator tidak lagi menjadi pilihan, sehingga seluruh sampah akan diolah dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan hanya menyisakan residu dalam jumlah minimal sebelum ditimbun.

Melalui pembangunan TPST ini, DPUPR Berau berharap sistem pengelolaan sampah di Pulau Maratua menjadi lebih modern, efektif, dan mampu mendukung kebersihan kawasan wisata unggulan, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan bagi masyarakat setempat.

(DM)