Optimalkan Pemenuhan Air Bersih, Dinas PUPR Berau Bersama Bupati Tinjau Progres Embung Maratua dan Rumuskan Solusi Taktis
MARATUA, WEBSITE DPUPR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau terus berupaya mencari solusi terbaik demi menuntaskan pembangunan Embung Maratua. Proyek strategis yang diproyeksikan menjadi pilar pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah kepulauan ini memerlukan penanganan bertahap yang matang demi fungsionalitas yang optimal.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Berau, Hendra Pranata, menjelaskan bahwa proyek berskala besar ini telah dimulai sejak tahun 2024 dengan alokasi anggaran awal sekitar Rp 14 miliar. Namun, kelanjutan pengerjaan fisik sempat mengalami penyesuaian karena dinamika penganggaran daerah.
"Kami memulai proyek ini di tahun 2024 dengan nilai kegiatan sekitar Rp 14 miliar. Mengingat skalanya yang besar, proyek ini membutuhkan tahapan penanganan yang panjang. Pada tahun 2025 dan pertengahan tahun 2026 ini, anggaran untuk kelanjutan fungsionalitas embung memang belum tersedia kembali," jelas Hendra, Selasa (23/6/2026).
Kunjungan Lapangan Bupati Berau: Deteksi Kebutuhan Infrastruktur Pendukung
Guna memastikan percepatan pemanfaatan infrastruktur ini, Bupati Berau melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi Embung Maratua baru-baru ini. Agenda tersebut difokuskan untuk memetakan kebutuhan teknis prioritas agar embung dapat segera difungsikan untuk masyarakat.
Berdasarkan hasil peninjauan bersama Bidang SDA Dinas PUPR, terdapat beberapa infrastruktur pendukung yang mutlak harus dipenuhi agar sistem pengairan berjalan sempurna, di antaranya:
Optimalisasi area tangkapan air (catchment area).
Pembangunan saluran pembuangan yang representatif.
Pemasangan dan pembuatan pintu-pintu air teknis.
Menghadapi Tantangan Fiskal Daerah
Hendra mengungkapkan, Bupati Berau memberikan respons yang sangat positif dan mendukung penuh percepatan operasional embung. Meski demikian, pemerintah daerah juga bersikap realistis terhadap kondisi kapasitas fiskal atau keuangan daerah saat ini yang sedang mengalami pengetatan.
"Ibu Bupati sangat mendukung penuh. Hanya saja, kita semua memahami bahwa kondisi anggaran daerah saat ini sedang tidak dalam kondisi yang mulus. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam pemenuhan porsi anggaran proyek berskala besar," tuturnya.
Langkah Strategis: Rencana Penanganan Darurat dengan Anggaran Minimal
Mengingat fungsi operasional embung memerlukan anggaran yang memadai dan tidak dapat dipaksakan selesai dalam hitungan bulan tanpa kesiapan teknis, Bupati Berau telah memberikan instruksi khusus kepada jajaran Bidang SDA Dinas PUPR.
Sebagai langkah penyelesaian yang cepat dan efisien, Dinas PUPR diminta untuk menyusun skema penanganan darurat (pemeliharaan taktis).
"Harapan pimpinan adalah embung ini bisa segera difungsikan. Arahan dari Ibu Bupati, kami diminta merancang skema penanganan darurat yang efektif dengan menggunakan anggaran seminimal mungkin, namun tetap mampu membuat Embung Maratua ini segera mengalirkan manfaat bagi warga," pungkas Hendra.
Melalui langkah taktis ini, Dinas PUPR Berau berkomitmen untuk menyiasati keterbatasan anggaran demi memastikan fasilitas publik yang telah dibangun dapat segera dirasakan dampaknya oleh masyarakat Maratua. (hel)