Pemkab Berau Terus Berjuang Kelay Ibu Kota Kecamatan Terakhir Lepas Dari Krisis Air Bersih TANJUNG REDEB
Di tengah geliat pembangunan yang terus bergerak di berbagai wilayah Kabupaten Berau, Kecamatan Kelay justru selama ini berada di posisi yang berbeda. Sebagai ibu kota kecamatan, Kelay menyandang status yang tak biasa, menjadi satu-satunya wilayah yang belum memiliki layanan air bersih yang memadai.Pemerintah Kabupaten Berau melalui Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau memastikan pembangunan infrastruktur air bersih di Kecamatan Kelay akan segera dimulai.
“Mengacu pada DED dana diperlukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih Sido Bengen Kecamatan Kelay mencapai sekitar Rp 35 Milyar lebih, dan pekerjaan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan kita miliki,”ungkap Kepala Bidang AMPL DPUPR Berau, Herau Decty Toge Manduli saat dikonfirmasi kemarin. Untuk tahap awal ini tambahnya, anggaran melalui skema Bantuan Keuangan (Bankeu) Propinsi Kaltim tahun 2026 , itu ada mendapat anggaran sekitar Rp 6,5 Milyar . Dengan begitu, langkah menuju pemerataan layanan dasar kini mulai menemukan jalannya.
“Anggaran Rp 6,5 Milyar di bulan Augustus ini sudah memasuki tahap lelang, kami pastikan bulan awal Bulan September 2026 kegiatan proyek tahap awal sudah bisa dikerjakan,”tukasnya. Masih menurutnya, proses kegiatan pekerjaan di tahap awal ini pun masih focus pada infrastruktur pengolahan airnya. Dan berdasarkan hasil pendataan di lapangan, infrastruktur air bersih ini ditargetkan mampu melayani lebih dari 500 kepala keluarga di kawasan ibu kota kecamatan (IKK) Kelay. “Sekitar 500 lebih kepala keluarga yang nantinya bisa terlayani. Kalau ini selesai, tentu sangat membantu masyarakat,” jelas Decty.
Bagi warga, kehadiran air bersih bukan hanya soal kemudahan, tetapi juga tentang kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup. Selama ini, keterbatasan akses air turut berdampak pada berbagai aspek, mulai dari aktivitas rumah tangga hingga sanitasi lingkungan. Meski demikian, pembangunan infrastruktur hanyalah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan sistem tersebut dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.
DPUPR Berau saat ini masih mengkaji skema pengelolaan pasca pembangunan. “Namun hasil pertemuan kami bersama Perumdam Batiwakkal terakhir, dipastikan akan mengelola pengolahan air bersih di Sido Bangen Kecamatan Kelay. Adanya pertimbangan Perumdam sebelumnya sempat memberikan solusi air bersih kepada masyarakat, namun keterbatasan anggaran operasional bantuan memberikan air bersih itu dihentikan,” tutupnya. (sep/FN)