Prioritaskan Efisiensi, Dinas PUPR Berau Fokus Tangani Ratusan Titik Lubang Jalan Melalui Tim TRC
TANJUNG REDEB, WEBSITE DPUPR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau melalui Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan terus berkomitmen menjaga kemantapan jalan kabupaten. Sepanjang tahun 2026, Dinas PUPR memilih strategi penanganan berbasis spot-spot (fokus pada titik kerusakan) dan penambalan lubang guna memastikan mobilitas masyarakat tetap aman dan lancar.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Berau, Junaidi, menjelaskan bahwa strategi ini diambil demi efisiensi optimal dalam pemanfaatan material pemeliharaan rutin. Saat ini, pihaknya tengah melakukan rekapitulasi menyeluruh terhadap jumlah lubang jalan yang berhasil ditangani sejak awal tahun.
"Kami berfokus pada penekanan titik kerusakan atau penambalan lubang. Saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) sedang merekapitulasi total titik yang sudah ditutup sejak Januari hingga pertengahan tahun ini," ujar Junaidi, Selasa (23/6/2026).
Pemerataan Pembangunan hingga ke Kampung Terpencil
Junaidi menegaskan bahwa pemeliharaan jalan tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan, melainkan tersebar merata hingga ke wilayah luar kota dan kampung-kampung terpencil yang statusnya merupakan jalan kabupaten.
Beberapa wilayah yang telah mendapatkan penanganan intensif dari Tim TRC antara lain:
Kawasan Sambaliung
Jalur Samburakat – Sebakungan
Kawasan Tumbit
Kawasan Talisayan
Wilayah Biduk-Biduk
Kampung Pulau Besing
"Penanganan ini tersebar sepanjang tahun di lokasi-lokasi yang dapat dijangkau dan didukung oleh ketersediaan material di lapangan," tambahnya.
Mengapa Memilih Strategi Spot-Spot?
Alih-alih melakukan pengaspalan ulang menyeluruh (overlay) yang membutuhkan anggaran besar, metode penambalan spot-spot dipilih karena dua alasan utama:
Efisiensi Material: Penggunaan material aspal dingin (cold mix) kemasan kantong dapat dimaksimalkan dengan baik. "Pengerjaan TRC ini sifatnya pemeliharaan rutin, bukan untuk kerusakan menerus. Jika kita hampar panjang (overlay), stok material pemeliharaan tidak akan cukup sampai akhir tahun," jelas Junaidi.
Kondisi Lalu Lintas: Metode ini dinilai sangat efektif untuk ruas jalan kabupaten dengan intensitas kendaraan yang tidak terlalu berat.
Pangkas Birokrasi, TRC Langsung Turun ke Lapangan
Dinas PUPR Berau membedakan alur penanganan jalan rusak menjadi dua jalur, yaitu Proyek Jangka Panjang dan Pemeliharaan Rutin.
Jalur Proyek Skala Besar: Untuk kerusakan berat dan menyeluruh, diperlukan proses perencanaan di Bapelitbang, penyusunan Rencana Kerja (Renja), hingga pengusulan anggaran yang memakan waktu 6 bulan hingga 1 tahun.
Jalur Pemeliharaan Rutin (TRC): Untuk kerusakan berupa lubang-lubang kecil, masyarakat dapat mengusulkannya ke Dinas PUPR. Tim akan langsung melakukan verifikasi lapangan.
"Jika kondisinya berupa lubang-lubang spot-spot, setelah cek lokasi dan material serta personel siap, kami langsung kerjakan. Jadi masyarakat tidak perlu menunggu berbulan-bulan untuk perbaikan," pungkas Junaidi.
Saat ini, Dinas PUPR Berau sedang mengompilasi seluruh dokumentasi dan data riwayat perbaikan sebagai bentuk transparansi kinerja dalam merinci ratusan titik lubang jalan yang telah berhasil dipulihkan demi kenyamanan warga Bumi Batiwakkal. (hel)