Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Kota, DPUPR Berau Kebut Rehabilitasi Lima Jalur Poros Secara Beruntun

Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Kota, DPUPR Berau Kebut Rehabilitasi Lima Jalur Poros Secara Beruntun

TANJUNG REDEB, WEBSITE DPUPR – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah melakukan perombakan besar-besaran terhadap infrastruktur jalan di kawasan dalam kota. Proses pengaspalan yang saat ini sedang berjalan di Jalan Mangga 3, Kecamatan Sambaliung, rupanya baru menjadi awal dari rangkaian megaproyek rehabilitasi jalan tahun ini.


DPUPR Kabupaten Berau telah menyiapkan paket kontrak rehabilitasi jalan yang dilakukan secara kontinuitas atau beruntun. Setidaknya, ada lima jalur poros utama yang masuk dalam daftar perbaikan total demi mendongkrak kenyamanan berkendara masyarakat.


Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengungkapkan bahwa pengerjaan di Jalan Mangga 3 yang memiliki panjang 623 meter dengan lebar variatif 8 hingga 10 meter tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Jika kondisi cuaca mendukung, proyek di titik pertama ini diprediksi selesai dalam waktu empat hari.


"Normalnya sekitar empat hari dengan rata-rata hamparan aspal mencapai 150 hingga 300 meter per hari, tergantung kendala di lapangan. Namun, proyek di Jalan Mangga 3 ini belum ada seperempatnya dari total paket kontrak rehabilitasi jalan dalam kota yang kami siapkan tahun ini," ungkap Junaidi saat dikonfirmasi.


Junaidi membeberkan, begitu pengerjaan di satu titik selesai, alat-alat berat beserta seluruh personel akan langsung dimobilisasi ke lokasi berikutnya secara bersambung. Langkah ini diambil demi efisiensi waktu dan optimalisasi penggunaan alat berat serta Asphalt Mixing Plant (AMP).


Adapun lima jalur poros utama dalam kota yang masuk dalam paket rehabilitasi tahun ini meliputi:


    Jalan Mangga 3: Panjang 623 meter dengan lebar variasi 8–10 meter (saat ini sedang tahap penyelesaian).


    Jalan Manunggal: Penanganan sepanjang 153 meter dengan lebar 4 meter untuk memulihkan area aspal yang rusak.


    Jalan Murjani 3: Menjadi target terpanjang dalam paket ini, yakni mencapai 870 meter dengan lebar sekitar 10 meter.


    Jalan Haji Isya 2: Perbaikan difokuskan pada area yang mengalami kerusakan parah hingga ke fondasi jalan. Fondasi akan diperbaiki dan dicor terlebih dahulu sebelum dilapisi aspal sepanjang masing-masing 150 meter di sisi kiri dan kanan.


    Jalan Pulau Derawan (Kawasan Tepian): Pengaspalan sepanjang 350 meter dengan lebar mencapai 11 meter, dimulai dari Simpang Kartini melewati depan masjid.


DPUPR Berau menegaskan bahwa penentuan kelima jalur ini didasarkan pada hasil survei kondisi kerusakan di lapangan. Skala prioritas diterapkan agar anggaran yang tersedia dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat, terutama pada titik-titik jalan yang kerusakannya paling parah.


Jika berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan, seluruh rangkaian proyek perbaikan jalan dalam kota ini ditargetkan rampung sepenuhnya paling lambat pada bulan Agustus mendatang. Kendati demikian, faktor cuaca dan kesiapan teknis alat di lapangan tetap memegang peranan penting dalam kelancaran proyek.


Menyikapi potensi kemacetan serta terganggunya aktivitas harian warga—khususnya bagi para pelaku usaha kuliner di kawasan Tepian Jalan Pulau Derawan—pihak DPUPR Berau menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan sementara ini.


"Kami memohon pemahaman dan dukungan dari seluruh masyarakat jika nantinya perjalanan agak terhambat atau akses keluar masuk rumah menjadi sedikit susah untuk sementara waktu. Ini semua demi kebaikan kita bersama agar jalanan kota kita kembali mulus dan mantap," tuturnya.


Khusus untuk kawasan padat lalu lintas seperti Jalan Pulau Derawan, DPUPR berkomitmen untuk melakukan koordinasi dan komunikasi terlebih dahulu dengan pihak kelurahan serta RT setempat sebelum memobilisasi alat berat. Koordinasi ini dinilai krusial untuk mengantisipasi kendaraan roda dua maupun roda empat yang kerap parkir di bahu jalan, sehingga tidak menghambat jalannya proses pengaspalan di lapangan.  (hel)