DPUPR Berau Terus Lakukan Preservasi Jalan di Maratua

DPUPR Berau Terus Lakukan Preservasi Jalan di Maratua

MARATUA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kembali melanjutkan pekerjaan preservasi jalan di kawasan Kecamatan Maratua. Proyek ini difokuskan pada perbaikan ruas jalan dari Bohe Bukut, yang merupakan ibu kota kecamatan, ke arah Kampung Payung-Payung dengan panjang sekitar 1,6 km.


Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi menjelaskan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya yang telah dilaksanakan secara bertahap. “Tahun ini dilanjutkan lagi dengan nilai kontrak sebesar Rp 4,5 miliar,” jelasnya, Kamis (10/7).


Ruang lingkup pekerjaan meliputi patching atau penambalan pada titik-titik kerusakan dan overlay atau pelapisan ulang menggunakan aspal. Pekerjaan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan lalu lintas di pulau terluar tersebut, yang juga menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Berau.


“Selain tambal sulam, kami juga overlay permukaan aspal untuk meratakan dan memperkuat badan jalan,” ujarnya singkat.


Ruas jalan tersebut diketahui menjadi akses penting bagi masyarakat di Pulau Maratua, baik untuk aktivitas harian maupun untuk mendukung sektor pariwisata yang terus berkembang. Karena itu, kondisi jalan yang layak menjadi perhatian utama pemerintah daerah.


Pekerjaan preservasi ini ditargetkan selesai dalam beberapa bulan ke depan, bergantung pada kondisi cuaca dan kelancaran distribusi material ke lokasi pekerjaan yang cukup terpencil.


“Kalau cuaca mendukung dan logistik lancar, kita optimis bisa selesai tepat waktu,” kata Junaidi.


Dengan adanya peningkatan kualitas jalan ini, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan kunjungan wisatawan ke Maratua semakin meningkat. Pemerintah juga terus berupaya menjaga konektivitas antarkampung di wilayah kepulauan sebagai bagian dari pembangunan yang merata di seluruh wilayah Berau.


Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu arah baru pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan upaya mengurangi ketergantungan terhadap sektor sumber daya alam yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi daerah.


Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan, salah satu fokus utama dalam pengembangan sektor pariwisata adalah perbaikan infrastruktur, khususnya infrastruktur jalan yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata.


“Kami saat ini sedang berada dalam masa transisi dari ketergantungan pada sumber daya alam ke sektor pariwisata,” ujar Sri Juniarsih belum lama ini. 


Menurutnya, penguatan sektor pariwisata tidak bisa dilakukan tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Jalan yang baik, kata dia, bukan hanya akan mempermudah akses masyarakat, tetapi juga memudahkan wisatawan untuk menjangkau berbagai destinasi yang ada di Berau.


“Infrastruktur itu wajib kami perbaiki, karena akan mempermudah akses bagi masyarakat dan turis-turis yang datang,” tegasnya.


Bupati juga menambahkan, pembangunan dan perbaikan jalan bukan hanya sekadar sarana konektivitas, tetapi menjadi syarat utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan di sektor pariwisata. 


Dengan infrastruktur yang layak, ia optimistis potensi wisata Berau, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan, akan lebih maksimal dalam mendatangkan wisatawan.


“Akses jalan yang baik adalah syarat utama dalam meningkatkan fasilitas pelayanan di bidang pariwisata,” tuturnya.


Pemerintah daerah, lanjutnya, tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga berupaya menyiapkan strategi promosi wisata, pemberdayaan masyarakat lokal, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang bergerak di sektor pariwisata.


Sri Juniarsih berharap, dengan infrastruktur yang terus dibenahi secara bertahap, sektor pariwisata akan menjadi tulang punggung ekonomi baru bagi Berau, yang tidak hanya menyerap tenaga kerja lokal, tetapi juga memberi dampak ekonomi secara merata.


“Kami ingin pariwisata menjadi sektor unggulan yang berkelanjutan,” tutupnya.(*)