DPUPR Berau Kucurkan Rp 60 Miliar untuk Bangun Akses ke Merabu
TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau telah menyiapkan sejumlah program pembangunan, untuk mendukung akses jalan menuju Kampung Merabu, Kecamatan Kelay.
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan mengatakan, jalan tersebut menjadi salah satu jalur penting menuju kawasan konservasi, sekaligus destinasi wisata alam di pedalaman Berau. Khusus akses jalan ke Merabu, ada tiga paket pekerjaan yang DPUPR jalankan.
Fendra menjelaskan, status jalan menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembangunan. Sebagian jalur sudah beralih status menjadi kawasan Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK).
Sementara sebagian lain masih berstatus Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK). Perubahan status itu berdampak langsung pada kewenangan maupun pola penanganan.
“Kalau yang sudah masuk KBNK, penanganannya memang berbeda. Pelepasan untuk status KBK itu baru selesai tahun 2024,” jelasnya.
Menurut Fendra, nilai anggaran untuk pembangunan jalan menuju Merabu tahun ini mencapai sekitar Rp 60 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai paket pekerjaan yang telah disusun DPUPR Berau.
Terkait rencana kolaborasi bersama Pemprov Kaltim, pihaknya menyatakan siap mendukung. Hanya saja, detail teknis masih perlu pembahasan lebih lanjut.
“Kita mendukung kolaborasi. Tapi perlu kita ketahui juga, jalan itu kan statusnya jalan kabupaten. Seperti apa bentuk kolaborasinya, kita belum dapat informasi resmi. Kita akan komunikasikan,” terangnya.
Fendra menambahkan, kondisi keuangan daerah juga menjadi pertimbangan dalam setiap rencana pembangunan. Terlebih belanja daerah kian ketat dan anggaran untuk infrastruktur berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Kita lihat juga kemampuan keuangan kita,” ucapnya.
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa pembangunan akses jalan menuju Merabu tetap menjadi prioritas. Jalan tersebut sangat vital bagi masyarakat setempat, terutama dalam mendukung mobilitas, perekonomian, serta pengembangan wisata di kawasan Kelay.
“Kami tentu mendukung penuh, karena upayanya ini untuk akses masyarakat ke pelosok,” tegasnya. (*)