DPUPR Kolaborasi dengan PDAM Atasi Masalah Distribusi Air Bersih
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau membangun kolaborasi dengan Perumda Air Minum Batiwakkal dalam mengatasi masalah distribusi air minum ke pelanggan yang terhambat galian proyek pembangunan drainase.
Gerak cepat itu dilakukan agar distribusi air minum ke sejumlah pelanggan kembali berjalan normal. Pasalnya, proyek galian drainase itu menyebabkan distribusi air macet dan dikeluhkan sejumlah pelanggan.
Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman menjelaskan terdapat empat titik proyek galian drainase yang menyebabkan distribusi air sempat terhambat. Empat titik itu yakni di daerah Gunung Tabur, Jalan Kedaung, Jalan Mulawarman, dan Jalan Mangga.
Menurutnya, galian proyek drainase yang dilakukan secara beruntun itu menyebabkan terjadinya kebocoran pada pipa distribusi. Kebocoran yang cukup besar itu berimbas ke distribusi air.
"Karena beruntun dan bocor cukup besar seperti ini mengakibatkan gangguan jadi lebih lama dan mempengaruhi aliran air ke pelanggan secara lebih luas," jelasnya beberapa waktu lalu.
Diakuinya, untuk mengatasi masalah itu terjadi pihaknya selalu membangun koordinasi dan melakukan pengawasan. Namun, selalu saja ada faktor eksternal yang terjadi di luar kemampuan dan wewenangnya.
"Setiap proyek seperti ini selalu dikoordinasikan dan kami awasi. Tapi selalu saja ada faktor x dari pekerja di lapangan yang sekali lagi di luar kewenangan dan kemampuan kami di PDAM," tegasnya.
Saat ini, lanjutnya, Tim PDAM bersama pihak pelaksana proyek sedang melakukan perbaikan. Perbaikan itu diharapkan dapat berjalan lancar dan kebocoran yang terjadi dapat ditangani dengan baik.
"Saat ini yang tertinggal kebocoran di Jalan Mangga. Semoga 1-2 jam ini sudah bisa diselesaikan dengan baik. Dan ada info baru lagi ada kebocoran di Kedaung. Semoga bisa ditangani. Tapi semuanya sudah dibereskan," ungkapnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Drainase Jalan Mangga pada DPUPR Berau, Anto membenarkan distribusi air minum terhambat proyek galian pembangunan drainase tersebut. Hal itu juga terjadi di Jalan Mangga.
"Yang Mangga kejadian sore tadi. Kami langsung koordinasi sama PDAM untuk segera diperbaiki. Nanti dibantu juga tenaga di lapangan," paparnya.
Disampaikannya, memang susah dihindari kebocoran itu terjadi saat galian dilakukan. Namun, kebocoran yang terjadi pada pipa akibat galian itu akan segera ditangani.
"Kena pipa 4 inch. Bukan pipa distribusi utama. Kurang lebih 1,5 meter. Sudah ditangani dan sudah selesai. Sehingga distribusi air kembali berjalan lancar," tutupnya.(HEL)