Peningkatan SPAM Labanan Butuh Dana Rp 45 Miliar
TANJUNG REDEB WEBSITE DPUPR –
Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun ini akan menyasar pada beberapa wilayah pedesaan dan perkotaan, termasuk Labanan. Secara khusus, untuk Labanan akan digelontorkan anggaran sejumlah Rp 45 miliar.
Hal itu disampaikan Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau, Radite Hari Soeryo. "Tahun ini akan kami realisasikan. Itu semoga bisa sampai ke Lamin. Itu pengembangan karena ada beberapa daerah yang belum. Semoga bisa sampai ke kampung terjauh," jelasnya.
Peningkatan SPAM Labanan tersebut, lanjutnya, akan dibangun secara bertahap. Untuk tahun ini akan diprioritaskan terlebih dahulu pada bagian pengolahan. Agar tahun depan dapat dilakukan pengembangan jaringan.
"Pembangunan SPAM tahun ini tidak bisa full. Kami hanya membangun beberapa komponen pendukung seperti reservoir dan pompa air. Selain itu kami akan kuatkan dulu pengolahannya supaya bila pengolahan mencapai titik terjauh baru dibangun pipa," sambungnya.
Selain peningkatan, tahun ini juga akan dilakukan pengolahan baru. Terkait hal ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PDAM. Pengolahan baru itu bertujuan untuk memenuhi kekurangan pasokan air bersih.
"Pembangunan Baru itu mesti dilakukan karena tahun 2024, Berau akan alami krisis air bersih. Karena kondisi air baku yang ada tidak memadai. Maka kami tahun ini berusaha untuk memulai pengolahan baru di kota maupun luar kota," tandasnya.
Pengolahan air minum juga akan diprioritaskan di kota. Mengingat wilayah perkotaan juga mengalami kekurangan pasokan air baku. Tak hanya itu, pencemaran air akibat limbah industri juga menjadi kendala tersendiri.
"Yang ditakutkan itu di kota karena di kota cuma satu yang besar di Raja Alam. Sedangkan wilayah lain belum seperti Teluk Bayur dan Singkuang. Sedangkan kalau Sambaliung dan Gurindam sudah jelas untuk pengolahannya. Sehingga krisis air bersih kemungkinan kecil terjadi di Sambaliung," paparnya.
Selain Labanan, untuk wilayah perkotaan akan dibangun di wilayah Singkuang. Anggaran Rp 17 miliar pun sudah disiapkan untuk pembangunan tersebut. Seperti Labanan, pembangunan di SPAM pun akan dilakukan secara bertahap.
Terpisah, Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman membenarkan bahwa akan ada pembangunan di wilayah Singkuang. "Pada tahap awal akan dibangun reservoir, jaringan transmisi serta distribusi demi menampung kelebihan produksi di Singkuang dan Sambaliung," terangnya.
Anggaran yang berasal dari APBD Kabupaten Berau tersebut pun hendak dimaksimalkan pada tahun ini. Hal itu segera dilakukan agar pada akhir tahun kekurangan stok air yang tersedia sudah bisa diantisipasi.(HEL)