Anggaran Terbatas, DPUPR Pastikan Pembangunan Tetap Jalan
BERITA 1 BERAU POST (Februari)
TANJUNG REDEB – Fokus utama pembangunan yang akan dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau tahun ini berada di wilayah hulu
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan menjelaskan anggaran yang dikelola pihaknya tahun ini telah mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia mengungkapkan, dari yang sebelumnya mengelola anggaran sekitar Rp 2,7 triliun turun menjadi sekitar Rp 1,1 triliun. “Anggaran DPUPR 2026 terpangkas cukup besar, kami harus fokus pada kebutuhan paling mendasar masyarakat,” ungkapnya.
Karena itu, Fendra mengatakan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah hulu tetap menjadi prioritas. Seperti di Kecamatan Kelay dan Segah yang akses transportasi di daerah tersebut masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Ia menegaska ketersediaan jalan dan jembatan dinilai berperan penting dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik di wilayah pedalaman.
Pihaknya juga menilai konektivitas antarwilayah harus tetap terjaga agar tidak terjadi kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Meskipun ruang fiskal terbatas, infrastruktur dasar tetap ditempatkan sebagai program utama yang tidak bisa ditunda.
Selain infrastruktur transportasi, DPUPR Berau juga menyiapkan program pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebagai bagian dari pelayanan dasar kepada masyarakat. Sejumlah wilayah masuk dalam rencana pengembangan, di antaranya Kampung Singkuang dan kawasan kepulauan seperti Maratua yang masih menghadapi keterbatasan sumber air bersih.
Namun, Fendra mengakui masih terdapat kendala dalam penyelesaian SPAM Mbung. Proyek tersebut belum dapat dituntaskan karena belum tersedianya alokasi anggaran yang memadai.
Di sisi lain, DPUPR Berau juga menerima berbagai usulan pembangunan yang disampaikan melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Seluruh usulan tersebut akan dilakukan penelaahan dan penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah sebelum ditetapkan sebagai program prioritas.
Meski menghadapi tekanan anggaran, DPUPR Berau menegaskan komitmennya untuk tetap melaksanakan pembangunan infrastruktur dasar secara bertahap. Upaya ini diharapkan dapat menjaga konektivitas wilayah serta mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Kabupaten Berau.
“Usulan kami tampung dahulu, untuk realisasi nanti kita lihat kemampuan keuangan daerah seperti apa,” pungkasnya.(*)