Atasi Sampah di Destinasi Wisata, PUPR Berau Kebut Pembangunan TPS3R
TANJUNG REDEB WEBSITE DPUPR – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memprioritaskan penciptaan lingkungan bersih di kawasan wisata unggulan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mempercepat pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Sekretaris Dinas PUPR Berau, Bambang Sugianto, menyatakan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan solusi konkret atas tantangan pengelolaan sampah yang selama ini dihadapi di tingkat kecamatan.
"Pembangunan ini menjadi solusi atas permasalahan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi tantangan di tingkat kecamatan," ujar Bambang, Kamis (5/2/2026).
Progres dan Target Lokasi
Bambang menjelaskan bahwa program TPS3R ini bukan proyek singkat, melainkan agenda berkelanjutan yang telah dimulai sejak tahun 2024 dan diproyeksikan terus berlanjut sepanjang tahun 2025.
Sejauh ini, sejumlah destinasi wisata utama telah merasakan manfaat dari fasilitas tersebut. Berdasarkan data Dinas PUPR, TPS3R sudah berhasil direalisasikan di:
• Pulau Maratua
• Pulau Derawan
Pemerintah juga tengah menyusun perencanaan matang untuk memperluas jangkauan fasilitas pengolahan sampah ke wilayah pesisir lainnya. "Kami sedang menyusun perencanaan untuk pembangunan fasilitas serupa di wilayah Biduk-Biduk, pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Talisayan, serta program pembangunan selanjutnya di Kampung Tubaan," imbuhnya.
Edukasi dan Sinergi Antarinstansi
Kehadiran TPS3R diharapkan tidak hanya menjadi sarana fisik, tetapi juga pemicu perubahan pola pikir (mindset) masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga. Masyarakat akan diarahkan untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
"Masyarakat nantinya diarahkan untuk memilah sampah menjadi kategori organik, non-organik, hingga plastik. Jadi sampah tidak sekadar dibuang, tetapi dipilah," jelas Bambang.
Untuk memastikan keberlanjutan program, Dinas PUPR melakukan koordinasi ketat dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Sinergi ini bertujuan agar sistem pengolahan yang telah dibangun dapat berjalan optimal secara jangka panjang dan memberikan dampak nyata bagi kebersihan pariwisata Berau. (hel)