DPUPR Lakukan Cross Check Menyeluruh Sebelum Serah Terima Jembatan Pulau Besing

DPUPR Lakukan Cross Check Menyeluruh Sebelum Serah Terima Jembatan Pulau Besing

TANJUNG REDEB – Proses perbaikan Jembatan Pulau Besing di Kecamatan Gunung Tabur belum sepenuhnya rampung. Meski telah difungsikan dan dapat dilalui masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) masih menunda proses serah terima proyek karena sejumlah pekerjaan teknis masih dalam tahap evaluasi.


Penundaan serah terima tersebut menunjukkan kehati-hatian pemerintah dalam memastikan kualitas dan aspek keselamatan konstruksi sebelum proyek dinyatakan selesai sepenuhnya. Terlebih, Jembatan Pulau Besing merupakan jembatan khusus yang membutuhkan pengawasan lebih ketat dibandingkan jembatan pada umumnya.


Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menjelaskan bahwa berbagai pekerjaan penyempurnaan masih terus dilakukan di lapangan. Beberapa di antaranya meliputi pengencangan baut, pengecatan untuk mengatasi korosi, serta penyesuaian dan pengencangan kabel jembatan.


"Karena ini jembatan khusus, jadi kami tetap harus berkoordinasi dengan Komisi Keselamatan Jembatan terkait arahan teknis ke depannya," ujarnya.


Menurutnya, seluruh pekerjaan tersebut merupakan bagian dari proses pemeliharaan dan evaluasi teknis yang wajib dilakukan sebelum proyek dapat diserahterimakan dari pihak pelaksana kepada pemerintah daerah.


Selain fokus pada struktur utama jembatan, DPUPR juga melakukan pembenahan terhadap akses pendukung. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bagian turunan jembatan yang sebelumnya dikeluhkan warga karena dianggap terlalu curam dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, dilakukan pengecoran beton pada bagian ujung turunan guna mengurangi tingkat kemiringan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan kendaraan yang melintas, terutama saat kondisi jalan basah atau padat lalu lintas.


"Turunan itu sudah dibenahi dan dilakukan perbaikan, tapi hasil pekerjaannya masih kami evaluasi dan cross-check lagi," katanya.


Tidak hanya itu, akses jalan penghubung dari jalan eksisting menuju kawasan permukiman warga di sekitar jembatan juga ikut dikerjakan. Penyempurnaan akses tersebut dinilai penting agar manfaat keberadaan jembatan dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat setempat.


Meski sebagian besar pekerjaan telah berjalan sesuai rencana, Junaidi menegaskan bahwa proyek masih berada dalam tahap pelaksanaan sehingga belum memenuhi syarat untuk dilakukan serah terima.


"Intinya pekerjaan sudah berjalan, tetapi masih dalam tahap evaluasi dan belum serah terima," tegasnya.


Kendati demikian, masyarakat tidak perlu khawatir untuk menggunakan jembatan tersebut. DPUPR memastikan kondisi Jembatan Pulau Besing saat ini aman dilintasi kendaraan maupun pengguna jalan lainnya.


Dengan pengawasan yang masih berlangsung, pihaknya berharap seluruh penyempurnaan dapat segera dituntaskan sehingga Jembatan Pulau Besing dapat beroperasi secara optimal dengan standar keselamatan yang telah ditetapkan.


"Kami tetap melakukan pemantauan bersama pelaksana pekerjaan sebelum proyek dinyatakan selesai sepenuhnya," tandasnya.