Berau Genjot Infrastruktur Derawan, Rp18,8 Miliar Disiapkan untuk Perbaikan Jalan Wisata

Berau Genjot Infrastruktur Derawan, Rp18,8 Miliar Disiapkan untuk Perbaikan Jalan Wisata

BERAU, BorneoPost – Pemerintah Kabupaten Berau mulai mempercepat pembenahan infrastruktur di kawasan pesisir guna menunjang pengembangan sektor pariwisata. Salah satu fokus utama diarahkan ke Pulau Derawan dengan alokasi anggaran mencapai Rp18,8 miliar pada 2026 untuk perbaikan sejumlah ruas jalan.

Program tersebut disiapkan untuk meningkatkan konektivitas menuju kawasan wisata sekaligus memperlancar aktivitas masyarakat di wilayah kepulauan.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Berau, Junaidi, mengatakan sebagian besar anggaran akan difokuskan pada rekonstruksi ruas jalan yang mulai mengalami kerusakan.

Salah satu yang menjadi prioritas yakni Jalan Kalahbutan sepanjang sekitar 1,2 kilometer. Ruas tersebut berada di pusat kecamatan dan menjadi akses penting menuju kawasan wisata Derawan.

Menurut Junaidi, kondisi jalan di kawasan itu mulai mengalami penurunan kualitas, terutama pada permukaan aspal yang pecah di beberapa titik akibat tingginya aktivitas kendaraan dan mobilitas masyarakat.

“Ruas ini menjadi prioritas karena merupakan jalur utama masyarakat dan wisatawan menuju kawasan wisata,” ujarnya. (15/3/2026).

Saat ini, DPUPR Berau masih menyiapkan perencanaan teknis sebelum pekerjaan fisik dimulai. Salah satu metode yang akan digunakan yakni overlay atau pelapisan ulang aspal untuk memperbaiki permukaan jalan yang rusak.

Tak hanya jalan utama, pemerintah daerah juga mulai mengakomodasi usulan pembangunan jalan lingkungan dari masyarakat. Di antaranya semenisasi jalan dan pembangunan siring di RT 1 Kampung Kasai.

“Usulan masyarakat tetap menjadi perhatian dan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” katanya.

Selain itu, Pemkab Berau juga berupaya melanjutkan pembangunan ruas jalan menuju Teluk Sumanting yang hingga kini belum seluruhnya terhubung aspal.

Dari total panjang jalan sekitar 5,5 kilometer, baru 2,8 kilometer yang selesai dikerjakan. Sisanya sepanjang 2,7 kilometer masih membutuhkan penanganan lanjutan dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp18 miliar.

“Kami terus mengupayakan agar sisa ruas ini bisa dilanjutkan, baik melalui RKPD maupun bantuan keuangan dari provinsi,” jelasnya.

Sebelumnya, pada 2025 lalu, pemerintah daerah juga telah menyelesaikan peningkatan infrastruktur jalan di Kampung Pulau Derawan melalui semenisasi sepanjang 431 meter serta pemasangan paving block sepanjang 450 meter.

Sementara itu, Sri Juniarsih menegaskan pembangunan infrastruktur jalan menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan destinasi wisata di Bumi Batiwakkal.

Ia menilai akses jalan yang memadai akan berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga peningkatan kunjungan wisatawan.

“Konektivitas yang baik akan mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir harus terus dilakukan agar pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar destinasi wisata ikut bergerak.

“Harapannya akses masyarakat semakin mudah dan dampaknya bisa dirasakan langsung terhadap perekonomian daerah,” tandasnya.