DPUPR Berau Pastikan Struktur Jembatan Gunung Sari Masih Aman
BERAU, BorneoPost – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau memastikan kondisi struktur Jembatan Gunung Sari di Kecamatan Segah masih dalam keadaan aman meski berstatus jembatan sementara dan membutuhkan penanganan lanjutan.
Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada 7 April lalu untuk mengevaluasi kondisi konstruksi jembatan.
Dari hasil pengecekan, rangka utama jembatan maupun bagian tumpuan dinilai masih dalam kondisi baik dan belum mengalami pergeseran yang membahayakan.
“Secara struktur rangka jembatan masih bagus. Tumpuan di kedua sisi juga masih aman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu fokus pengawasan berada pada kondisi abutmen atau tumpuan jembatan, karena bagian tersebut menjadi penentu stabilitas konstruksi terhadap potensi pergeseran maupun kerusakan akibat arus sungai.
Namun berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, hantaman arus air dinilai tidak terlalu signifikan karena masih terdapat lapisan tanah dan vegetasi yang membantu menahan gerusan di sekitar bawah jembatan.
“Kalau melihat kondisi sekarang, gerusan air belum terlalu mengkhawatirkan karena masih ada lapisan tanah dan tanaman di sekitar lokasi,” jelasnya.
Meski demikian, Junaidi menegaskan jembatan tersebut tetap memerlukan peningkatan menjadi konstruksi yang lebih permanen mengingat statusnya saat ini masih bersifat sementara.
Menurutnya, usulan perbaikan dan peningkatan jembatan sebenarnya telah diajukan sejak 2022 hingga 2023, termasuk kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Namun hingga kini usulan tersebut belum mendapatkan alokasi anggaran.
“Kami terus mengusulkan agar ada penanganan permanen, tetapi sampai sekarang belum teralokasi,” katanya.
Ia memperkirakan kebutuhan anggaran penanganan Jembatan Gunung Sari mencapai sekitar Rp12 miliar. Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk memperbaiki struktur jembatan, tetapi juga penanganan jalan pendekat dan pengamanan area yang mengalami gerusan.
DPUPR juga merencanakan pembangunan konstruksi pengaman seperti sheet pile atau sistem penahan tanah lainnya guna mencegah kerusakan lebih lanjut di sekitar abutmen jembatan.
“Penanganannya bukan hanya di jembatan, tetapi juga pengamanan di sisi yang mengalami gerusan supaya lebih aman ke depan,” pungkasnya.