BLK Sambaliung Dibangun Bertahap, Tahun Ini Sudah Bisa Difungsikan

BLK Sambaliung Dibangun Bertahap, Tahun Ini Sudah Bisa Difungsikan

TANJUNG REDEB,WEBSITE DPUPR– Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Berau di kawasan Limunjan, Kecamatan Sambaliung, dipastikan tetap berjalan meski dilaksanakan secara bertahap. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau menegaskan, fasilitas yang ada akan difungsikan lebih dulu sebelum seluruh pembangunan rampung.


Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan, menyebutkan anggaran yang tersedia akan dimaksimalkan agar BLK bisa digunakan tahun ini, meski belum seluruh gedung selesai.

“Setiap pembangunan harus ada manfaatnya. Kalau belum tuntas tapi bisa dimanfaatkan, itu yang jadi target kami,” tegasnya, Selasa (19/8/2025).


Ia menambahkan, pembangunan BLK tidak menggunakan skema kontrak multiyears. Karena itu, setiap tahun Pemkab Berau akan mengusulkan anggaran tambahan sesuai kebutuhan. “Tahun ini kita bangun yang sifatnya fungsional. Tahun depan usulkan lagi, supaya tidak ada pembangunan setengah-setengah,” jelasnya.


Sebelumnya, Plt Kepala Bidang Pengembangan Permukiman Penataan Bangunan Jasa Konstruksi (P3BJK) DPUPR, Junaidi, mengungkapkan, pembangunan BLK diproyeksikan menelan biaya total sekitar Rp210 miliar. Saat ini progresnya mencapai 23,53 persen sejak kontrak dimulai pada 27 Mei lalu, dengan nilai kontrak awal Rp8,8 miliar.


“Pekerjaan yang sedang berjalan mencakup pematangan lahan, pembangunan asrama, dan workshop alat berat. Targetnya selesai 22 Desember 2025,” ujarnya.


BLK Sambaliung berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektare. Sesuai masterplan, kebutuhan terbesar pembangunan akan diarahkan untuk ruang kelas belajar, kantor, hingga fasilitas penunjang lainnya. Tahun 2026, DPUPR telah mengusulkan tambahan anggaran Rp20 miliar.


Sementara itu, dari sisi pengelolaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau tengah menyusun rencana pembentukan UPTD khusus. Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas, Agus Sumarsono, mengatakan, proses pembentukan unit tersebut butuh waktu panjang karena harus menyiapkan struktur organisasi sekaligus perekrutan pegawai melalui mekanisme CPNS.


Meski begitu, Agus optimistis fasilitas awal seperti asrama dan workshop sudah bisa difungsikan tahun depan.

“Minimal 2026 sudah bisa dipakai untuk pelatihan tenaga kerja. Sementara gedung kantor akan dilanjutkan pembangunannya tahun depan,” pungkasnya.

 (Hel)