DPUPR Bakal Bangun Sarana Air Bersih di Kecamatan Kelay
KELAY – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau memastikan pembangunan infrastruktur air bersih di Kecamatan Kelay akan dimulai pada tahun anggaran 2026. Proyek ini dipastikan berjalan setelah ketersediaan anggaran melalui skema Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi dinyatakan siap.
Kepala Bidang AMPL DPUPR Berau, Decty Toge Manduli mengungkapkan Kecamatan Kelay merupakan satu-satunya ibu kota kecamatan yang hingga saat ini belum memiliki layanan air bersih layak. Dengan dimulainya proyek ini, pemerintah menargetkan penyediaan akses air bersih bagi sedikitnya 500 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut.
"Seluruh persiapan dan dukungan anggaran sudah tersedia melalui Bankeu. Kami upayakan pengerjaan fisik dimulai tahun ini agar kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi," ujar Decty.
Terkait operasional pasca-konstruksi, DPUPR tengah mengkaji dua skema pengelolaan. Opsi pertama adalah penyerahan mandat kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk manajemen profesional. Jika opsi tersebut tidak memungkinkan, pengelolaan akan diserahkan kepada pemerintah kampung setempat secara mandiri.
Selain fokus di pusat kecamatan, DPUPR juga telah menyusun rencana pengembangan infrastruktur air bersih di Kampung Merabu dan Muara Lesan. Beriringan dengan itu, rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) juga tengah disiapkan, di mana saat ini pemerintah masih melakukan proses identifikasi lahan hibah.
Di sisi lain, Asisten III Sekretariat Kabupaten Berau, Maulidiyah, menyoroti urgensi pembangunan infrastruktur dasar di Kelay guna meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM).
Berdasarkan data IDM 2025, dari 14 kampung di Kecamatan Kelay, 13 di antaranya masih berstatus kampung berkembang dan satu kampung berstatus maju. Belum ada satu pun kampung yang mencapai status mandiri.
"Tantangan utama di Kelay adalah aksesibilitas dan layanan dasar. Mengingat luas wilayahnya mencapai seperempat dari total luas Kabupaten Berau, diperlukan percepatan nyata," kata Maulidiyah.(*)