DPUPR Berau Keruk Drainase Jalan Gatot Subroto untuk Kurangi Banjir
TANJUNG REDEB , WEBSITE DPUPR - Tim Reaksi Cepat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang DPUPR Berau mengeruk sedimen lumpur di saluran drainase Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bedungun, Selasa 19/5/2026. Pengerukan dilakukan mulai dari depan Gang Jeruk hingga depan Kantor DPRD Berau.
Sebanyak 14 personel dikerahkan untuk mengangkat material tanah dan lumpur yang mengendap di dasar saluran. Pengerjaan dilakukan manual karena sedimentasi sudah mengeras.
Kepala DPUPR Berau Fendra mengatakan, pengerukan manual terpaksa dilakukan karena mobil penyedot lumpur tidak dapat beroperasi optimal. Armada saat ini sedang diperbaiki dan terkendala keterbatasan operator.
"Mobil penyedot lumpur hanya bisa bekerja jika material tanah sudah menyatu dengan air atau berbentuk lumpur cair. Sementara sedimentasi di sini sebagian sudah mengeras, jadi harus manual dulu. Petugas turun mencangkul dan menyekop bagian yang bisa digali," ujar Fendra.
Ketebalan lumpur di saluran mencapai 60-70 sentimeter. Dengan ruang gerak terbatas, petugas melakukan pengerukan secara bertahap.
"Kita angkat dulu, nanti saat hujan kita lihat lagi apakah ada pengaruhnya terhadap genangan. Harapannya minimal genangan bisa berkurang dan tinggi air turun," jelasnya.
Fendra menjelaskan tujuan utama pengerukan adalah memastikan aliran air masuk ke saluran dengan lancar, sehingga genangan saat hujan berkurang. Progres dan dampak pekerjaan akan dipantau saat hujan untuk mengukur efektivitasnya.
Untuk solusi jangka panjang, DPUPR menilai normalisasi Sungai Tarum perlu dilakukan karena menjadi muara aliran drainase kawasan tersebut. Namun anggaran untuk normalisasi belum tersedia.
"Sungai Tarum itu alirannya sampai ke belakang sungai besar. Saat ini kami belum dapat anggaran untuk normalisasinya," tandasnya.
(Hel)