DPUPR Berau Pastikan Intensif Koordinasi Penanganan Jalan Rusak dan Peningkatan Infrastruktur
TANJUNNG REDEB, PSOKOTA KALTIM NEWS. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau, Fendra Firnawan, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam penanganan kerusakan jalan di wilayah Berau, baik yang merupakan kewenangan kabupaten, provinsi, maupun pusat.
Seperti kejadian putusnya ruas jalan beberapa waktu lalu langsung ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama Kepala UPTD PUPR Provinsi. Hal ini dilakukan karena titik koordinat kerusakan berada di ruas jalan provinsi. Sementara itu, kerusakan lain yang terjadi berupa jalan yang mengalami penurunan struktur atau "jeblok" disebut merupakan tanggung jawab Balai Besar atau Pemerintah Pusat.
"Wujud itensif koordinasi kami lakukan, cepatnya tertangani kerusakan jalan itu. Yang mana Pak Junaidi dari balai besar juga sedang menuju lokasi. Jadi setiap kejadian, kita tetap koordinasi dengan UPTD," ujar Fendra saat ditemui di sela kegiatan baru-baru ini
Ia juga menambahkan bahwa ruas-ruas jalan alternatif telah disiapkan untuk mengantisipasi jika akses utama terganggu, seperti pada ruas jalan Buyung-Buyung. DPUPR Berau berharap timbunan sementara yang dilakukan oleh pemerintah provinsi dapat bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem.
Fendra menyebutkan, saat ini juga tengah dilakukan peningkatan akses jalan antar kampung di sejumlah kecamatan, salah satunya di wilayah Segah. "Saya tidak hafal total anggarannya, tapi ada alokasi sekitar Rp20 miliar. Detailnya mungkin Pak Junaidi yang lebih tahu," jelasnya.
Lebih lanjut, pembangunan jalan dan drainase juga tengah diprioritaskan melalui skema anggaran provinsi dan pusat. Menurutnya, usulan dari masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama dalam menetapkan prioritas pembangunan.
"Mendukung perioritas pembangunan sudah kita ajukan usulan sampai puluhan triliun dalam Musrenbang atau RKPD, tapi realisasinya tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Seperti kita ajukan Rp20 triliun dan realisasi tahun ini hanya sekitar Rp2,2 triliun," tukasnya lagi. (sep/FN)
Terkirim foto