DPUPR Segera Tangani Jembatan Mapulu yang Rusak
KELAY – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, akan segera memulai penanganan Jembatan Mapulu yang ambruk di Kampung Mapulu, Kecamatan Kelay, beberapa waktu lalu.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi.
“Pekan ini alatnya mulai masuk (Mapulu, red),” ujar Junaidi Rabu (11/6).
Ia menerangkan bahwa keterlambatan penanganan disebabkan alat berat yang masih digunakan di wilayah Labanan.
Setelah pekerjaan di Labanan selesai, alat tersebut langsung dimobilisasi ke Mapulu untuk proses evakuasi jembatan.
Menurut Junaidi, proses evakuasi jembatan tidak bisa dilakukan secara instan, mengingat kondisi struktur jembatan yang terdiri dari 10 segmen dengan total berat mencapai 30 ton.
Setiap segmen perlu dilepas satu per satu dari bagian bawah dan diangkat ke darat secara hati-hati.
“Evakuasi ini perlu waktu. Berat dan panjang, jadi harus bertahap,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mempercepat proses penanganan, agar akses masyarakat kembali normal.
Terlebih, jembatan ini merupakan jalur vital penghubung antarwilayah di Kecamatan Kelay.
“Kami upayakan semaksimal mungkin, agar akses kampung bisa pulih,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Kelay, Toris, menyampaikan bahwa sejak runtuhnya jembatan, aktivitas warga terganggu. Warga terpaksa memanfaatkan jalur sungai menggunakan perahu untuk menyeberang.
Ia berharap, proses evakuasi dan perbaikan jembatan bisa segera tuntas agar masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitas dengan lancar seperti sebelumnya.
“Semoga cepat selesai, biar masyarakat bisa beraktivitas normal lagi,” harapnya. (*)