DPUPR Terus Upayakan Penanganan Jembatan Mapulu

DPUPR Terus Upayakan Penanganan Jembatan Mapulu

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus mengupayakan penanganan terhadap Jembatan Mapulu yang sempat tersapu banjir awal tahun 2025.


Progres terbaru menunjukkan, material jembatan sudah berada di lokasi, namun pemasangan belum dapat dilakukan secara penuh karena adanya perubahan teknis di lapangan.


Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan pemasangan jembatan bailey di titik yang lebih tinggi dari posisi semula.


“Saat ini material jembatan sudah ada di atas. Kita ingin memasangnya di posisi yang lebih tinggi elevasinya, untuk mengantisipasi banjir yang pernah terjadi,” ujarnya Senin (4/8).


Namun, perubahan elevasi ini berdampak pada kebutuhan struktur jembatan yang lebih panjang. Sebelumnya, jembatan ini memiliki bentang sepanjang 30 meter yang cukup ditopang oleh 10 segmen jembatan bailey. Tetapi dengan posisi baru yang berada sekitar dua meter lebih tinggi, bentangan menjadi lebih panjang, sehingga membutuhkan setidaknya 15 segmen.


“Karena kita tempatkan lebih tinggi, material jembatan bailey ini jadi kurang,” ujarnya.


DPUPR kini masih mengupayakan agar pekerjaan lanjutan bisa masuk dalam penganggaran, terutama melalui APBD Perubahan Kabupaten Berau tahun ini.


Sementara menunggu dukungan anggaran, pihaknya telah menyiapkan fondasi awal berupa struktur tumpuan atau biasa disebut “kandang babi” yang akan menjadi landasan jembatan bailey nantinya. “Kita siapkan dulu tumpuannya,” kata Junaidi.


Selain kebutuhan tambahan material, tantangan lain juga datang dari proses mobilisasi. Pengangkutan material dari Tanjung Redeb ke Mapulu serta kebutuhan biaya pekerjaan konstruksi diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 200 juta, mengingat medan yang sulit dan akses yang terbatas.


Dia berharap seluruh proses penanganan termasuk tambahan segmen jembatan dan kebutuhan teknis lainnya, bisa masuk dalam pembahasan anggaran perubahan mendatang agar pemasangan jembatan bisa segera dituntaskan.


Dengan pemasangan jembatan yang baru di titik elevasi lebih tinggi, pemerintah berharap Jembatan Mapulu bisa lebih tahan terhadap potensi banjir di masa mendatang dan kembali menghubungkan akses penting bagi masyarakat di wilayah tersebut.


Sebelumnya, jembatan bailey di Kampung Mapulu, Kecamatan Kelay, sempat hanyut tersapu banjir besar beberapa waktu lalu. Peninjauan telah dilakukan, untuk memastikan kondisi di lapangan dan rencana penanganan ke depan.


Dalam hal ini Pemerintah Daerah melalui DPUPR Berau memastikan, segera menindaklanjuti pembangunan ulang jembatan demi kelancaran akses masyarakat. (*)