Dukung Sektor Pariwisata, DPUPR Berau Alokasikan Rp38 Miliar untuk Revitalisasi Jalan Derawan dan Maratua
TANJUNG REDEB, WEBSITE DPUPR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pesisir. Pada tahun anggaran 2026 ini, dua destinasi wisata unggulan, yakni Pulau Derawan dan Pulau Maratua, menjadi fokus utama peningkatan aksesibilitas melalui proyek rekonstruksi jalan.
Langkah ini diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk memastikan kenyamanan wisatawan sekaligus memperlancar mobilitas ekonomi masyarakat lokal di wilayah kepulauan.
Rekonstruksi Jalan Pulau Derawan: Target Tuntas Tahun Ini
Sekretaris Dinas PUPR Berau, Bambang Sugianto, menjelaskan bahwa proyek strategis di Kecamatan Pulau Derawan mencakup rekonstruksi jalan kawasan dengan alokasi anggaran mencapai Rp18,8 miliar.
Proyek ini bertujuan melakukan revitalisasi total agar kondisi jalan di kawasan wisata tersebut mantap secara merata. Dari sisi teknis, jalan sepanjang 3,7 kilometer tersebut akan dibangun menggunakan spesifikasi pengerasan beton (rigid pavement) agar lebih tahan lama terhadap kondisi lingkungan pesisir.
"Spesifikasi pekerjaannya adalah pengerasan beton. Berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), panjang penanganan mencapai 3,7 KM dan kami proyeksikan tuntas pada tahun ini," ujar Bambang (7/2/2026).
Lanjutan Jalur Utara Maratua Senilai Rp19,2 Miliar
Tidak hanya Derawan, Pulau Maratua juga mendapat porsi pembangunan yang signifikan. DPUPR Berau akan melanjutkan pembangunan jalan jalur utara Pulau Maratua dengan kucuran dana sebesar Rp19,2 miliar.
Bambang menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur di kawasan wisata masuk dalam daftar prioritas utama dinas. Hal ini selaras dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan Berau sebagai destinasi wisata kelas dunia yang didukung oleh sarana prasarana memadai.
"Kami prioritaskan tempat-tempat wisata untuk ditingkatkan. Di Maratua, pembangunan jalur utara terus kita dorong agar konektivitas antar-wilayah di pulau tersebut semakin baik," ungkapnya.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat
Melalui perbaikan aksesibilitas ini, DPUPR Berau optimis sektor pariwisata akan memberikan multiplier effect bagi warga sekitar. Jalan yang mulus tidak hanya memanjakan turis, tetapi juga mempermudah distribusi logistik dan aktivitas harian masyarakat.
"Tujuannya agar akses wisatawan menuju destinasi unggulan kita menjadi nyaman dan lancar. Efek positifnya tentu dirasakan langsung oleh masyarakat setempat dalam meningkatkan taraf ekonomi mereka," pungkas Bambang. (hel)