Genjot Pariwisata Berau, Pemkab Gelontorkan Hampir Rp1 Triliun untuk Infrastruktur Jalan
BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mulai tancap gas memperkuat konektivitas
menuju kawasan wisata unggulan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
(PUPR), pembangunan dan peningkatan jalan menuju destinasi wisata dipastikan
menjadi fokus besar pada tahun anggaran 2026.
Langkah ini dilakukan seiring melonjaknya jumlah wisatawan yang berkunjung
ke sejumlah kawasan pesisir Berau dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah
menilai, pertumbuhan sektor pariwisata harus diimbangi dengan akses jalan yang
layak demi menunjang kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
Sekretaris Dinas PUPR Berau, Bambang Sugianto, mengatakan meski terjadi
penyesuaian anggaran daerah, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas
utama pemerintah.
“Tahun ini kegiatan pembangunan cukup banyak. Infrastruktur tetap menjadi
fokus utama dan PUPR mendapat alokasi anggaran hampir Rp1 triliun,” ujarnya.
Menurutnya, perhatian terbesar diarahkan pada kawasan wisata pesisir seperti
Talisayan, Batu Putih, Biduk-Biduk hingga Tabalar yang kini menjadi magnet
wisatawan saat musim libur dan hari besar.
“Peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah pesisir sangat signifikan. Karena
itu akses jalan harus benar-benar diperhatikan agar perjalanan wisata lebih
aman dan nyaman,” jelasnya.
Sejumlah proyek strategis pun mulai disiapkan untuk mendukung konektivitas
antarwilayah wisata. Di Kecamatan Biduk-Biduk, pemerintah akan membangun jalan
jalur dua yang menghubungkan RT 1 hingga RT 6 sepanjang 2,2 kilometer dengan
nilai proyek mencapai Rp19,2 miliar.
Sementara di Pulau Maratua, pembangunan lanjutan jalan jalur utara sepanjang
1,1 kilometer kembali dilanjutkan dengan anggaran yang sama, yakni Rp19,2
miliar.
Tak hanya itu, pembangunan jalan di Kecamatan Tabalar juga menjadi perhatian
melalui proyek jalan Tabalar Muara sepanjang 2,1 kilometer senilai Rp28 miliar.
Pembangunan infrastruktur turut menyasar wilayah pedalaman. Pemerintah
menyiapkan peningkatan akses jalan Simpang Merabu–Punaan dengan nilai Rp9,4
miliar, ditambah pembangunan di kawasan Kelay dan Muara Lesan dengan total
anggaran lebih dari Rp19 miliar.
Menurut Bambang, proyek-proyek tersebut bukan hanya mendukung sektor wisata,
tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, terutama pelaku
UMKM, transportasi, hingga usaha jasa pariwisata.
Selain pembangunan jalan baru, Pemkab Berau juga akan melakukan revitalisasi
dan pemeliharaan rutin pada sejumlah ruas strategis. Salah satu yang menjadi
fokus adalah jalan Simpang Lenggo menuju Biduk-Biduk yang berstatus jalan
kabupaten.
“Ruas Simpang Lenggo menuju Biduk-Biduk menjadi perhatian utama kami. Jalan
itu akses vital menuju kawasan wisata pesisir, sehingga harus terus dipelihara
dan ditingkatkan kualitasnya,” tegasnya.
Pemkab Berau berharap percepatan pembangunan infrastruktur ini dapat
memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.
Dengan akses yang semakin baik, arus wisatawan diyakini akan terus meningkat
dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di kawasan
pesisir maupun pedalaman.
Selain memperlancar mobilitas wisatawan, pembangunan jalan juga diharapkan
mampu mempercepat distribusi barang dan jasa serta mengurangi kesenjangan
pembangunan antarwilayah di Kabupaten Berau.