Gerak Cepat Tangani Bencana, DPUPR Berau Aktif Komunikasi Pemerintah Pusat dan Provinsi

Gerak Cepat Tangani Bencana, DPUPR Berau Aktif Komunikasi Pemerintah Pusat dan Provinsi

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau terus bergerak aktif sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penanganan bencana alam di Kabupaten Berau.


Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan mengatakan, pihaknya terus bergerak cepat dan aktif melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk penanganan kerusakan jalan di wilayah Berau.


Salah satunya, Jalan Poros Tanjung Redeb yang menghubungkan Talisayan dan wilayah pesisir selatan Berau yang longsor dan membuat jalan putus total.


"Kami langsung koordinasi dengan pihak Kepala UPTD PUPR Provinsi. Karena jalan itu kewenangan provinsi," ungkapnya.


Dirinya mengakui, tidak semua ruas jalan di Kabupaten Berau merupakan kewenangan pemerintah daerah. Sehingga, diperlukan koordinasi antara pemerintah pusat dan provinsi.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur, pada tahun 2024 di Kabupaten Berau memiliki panjang jalan negara sepanjang 317 Kilometer (Km), panjang jalan provinsi 250 Km dan panjang jalan kabupaten 1.678 Km dengan total panjang jalan 2.246 Km.


"Kalau kerusakan jalan di kewenangan provinsi atau pusat maka kita koordinasinya ke provinsi," ungkapnya.


Sementara itu, kerusakan lain yang terjadi berupa jalan yang mengalami penurunan struktur atau "jeblok" disebut merupakan tanggung jawab Balai Besar atau Pemerintah Pusat


"Kami juga intensif melakukan koordinasi, agar cepat tertangani jalan yang rusak tersebut. Jadi setiap kejadian, kita tetap koordinasi dengan UPTD," katanya.


Tak hanya itu, pihaknya juga tengah gencar melakukan peningkatan akses jalan antar kampung di sejumlah kecamatan.


"Saya tidak hafal total anggarannya, tapi ada alokasi sekitar Rp20 miliar," ujarnya.


Fendra pun menegaskan bahwa pembangunan jalan dan drainase masih menjadi fokus utama yang tengah diprioritaskan pihaknya melalui skema anggaran provinsi dan pusat.


"Tapi tetap usulan dari masyarakat juga menjadi pertimbangan utama dalam menetapkan prioritas pembangunan," tandasnya.


Credit Foto : Kondisi Ruas Jalan Poros Tanjung Redeb dan Talisayan Usai di perbaiki. (Ist).