Gerak Cepat Tangani Longsor Jalan Gurimbang

Gerak Cepat Tangani Longsor Jalan Gurimbang

TANJUNG REDEB WEBSITE DPUPR – 

Pelaksanaan proyek pengerjaan jalan dan longsor akibat hujan yang melanda wilayah Berau, Jumat (15/9/2023), menyebabkan salah satu ruas jalan di wilayah RT 03, Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung hampir putus.

Mendapat informasi adanya longsor di jalan Kampung Gurimbang, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas sontak meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau untuk melakukan perbaikan. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses warga dari dan menuju kampung-kampung yang ada di Kecamatan Sambaliung. 

“Karena itu menjadi akses masyarakat di Kecamatan Sambaliung, jadi harus segera ditindaklanjuti. Kondisi retak dan longsor terbaru ini juga nantinya dikhawatirkan bisa menggerus jaringan pipa PDAM, yang mana bisa memutus aliran air bersih ke 5 kampung di Kecamatan Sambaliung,” ucap Sri Juniarsih.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) pada DPUPR Berau, Hendra Pranata menjelaskan hampir putusnya jalan itu semata-mata terjadi karena hujan. Dan bukan sebaliknya karena proyek pengerjaan dan perbaikan jalan tersebut.

"Tadi malam longsor. Tadi pagi sudah ditangani. Ini lagi mendatangkan material lebih lanjut. Dan itu rusak karena gerusan hujan. Hujan jadi tanahnya jatu. Bukan karena dikeruk alat berat," imbuhnya.

Per hari ini, lanjutnya, semua penanganan masih dilakukan sementara. Penanganan sementara itu untuk menangani kerusakan terberat akibat hujan itu. Sedangkan penanganan utama, sesuai master plan, akan dibuat kedap air agar menghindari longsor.

"Sudah ada pendamping, tenaga ahli dari Makassar untuk tangani itu. Akan dibuat kedap air. Agar bila terjadi hujan, airnya tidak terserap," paparnya.

Selain penanganan sementara di ruas jalan itu, tahun ini pihaknya juga sementara menangani perbaikan jalan di wilayah itu sepanjang 200 meter. Untuk penanganan itu, anggaran yang disiapkan dari APBD Berau mencapai Rp 39 miliar lebih.


Walaupun perbaikan sedang dilakukan, diakui Hendra, penanganan jalan sepanjang 200 meter itu sangat berat. Mengingat, ruas jalan tersebut, berada di pinggir sungai dan tepi jurang dengan kedalaman mencapai 20 meter. Tentu dibutuhkan anggaran cukup besar untuk menyelesaikan perbaikan jalan itu.


"Yang sedang diperbaiki saat ini masih sekitar 50 sampai 60 meter. Kita tangani yang terberat dulu. Kalau ada anggaran kita perkuat sisi lainnya. Akan kita usulkan ke Bapenda untuk dipertimbangkan lagi anggaran yang diperlukan," katanya.(hel)