Infrastruktur 2026 Berau Fokus Sentuh Kebutuhan Warga, Dari Jalan Tani hingga Akses Sekolah

Infrastruktur 2026 Berau Fokus Sentuh Kebutuhan Warga, Dari Jalan Tani hingga Akses Sekolah

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mulai mengarahkan pembangunan infrastruktur tahun 2026 pada sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Tak sekadar membangun jalan baru, proyek yang dijalankan kini difokuskan untuk memperkuat akses ekonomi, pendidikan hingga membuka konektivitas wilayah terpencil.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sejumlah proyek strategis disiapkan dengan target memberi dampak nyata bagi aktivitas warga sehari-hari, khususnya di kawasan pedesaan dan pesisir.

Sekretaris Dinas PUPR Berau, Bambang Sugianto, mengatakan pembangunan infrastruktur tahun ini mengedepankan asas manfaat jangka panjang dibanding sekadar pembangunan fisik semata.

“Jalan yang dibangun harus benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat. Baik untuk mendukung aktivitas ekonomi, akses pendidikan, maupun mobilitas warga,” ujarnya.

Salah satu proyek prioritas yakni pembangunan jalan usaha tani di KM 16 Kampung Maluang sepanjang 700 meter. Jalur tersebut dinilai penting untuk mempermudah petani mengangkut hasil panen sehingga distribusi menjadi lebih efisien dan biaya transportasi dapat ditekan.

Selain mendukung sektor pertanian, pemerintah juga memberi perhatian pada akses pendidikan. Salah satunya melalui pembangunan jalan menuju Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Gunung Tabur dengan nilai anggaran sekitar Rp2,1 miliar.

Pembangunan akses tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pelajar yang selama ini menghadapi keterbatasan jalan menuju sekolah.

Wilayah pesisir pun tak luput dari perhatian. Kampung Eka Sapta di Kecamatan Talisayan menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam program peningkatan jalan guna memperlancar konektivitas antarwilayah dan mengurangi keterisolasian masyarakat pesisir.

Sementara di kawasan perkotaan, peningkatan kualitas jalan tetap dilakukan untuk mengimbangi tingginya aktivitas kendaraan. Beberapa ruas yang akan dilanjutkan pengerjaannya di antaranya Jalan Limunjan–Mantaritip, Singkuang–Mantaritip, hingga kawasan Gunung Panjang.

Bambang mengakui tantangan terbesar pembangunan infrastruktur di Berau masih berkaitan dengan kondisi geografis, terutama pada wilayah yang membutuhkan pembukaan akses baru. Faktor tersebut turut memengaruhi besarnya anggaran pengerjaan di lapangan.

Meski begitu, ia memastikan seluruh tahapan proyek dilakukan secara terbuka dan dapat dipantau masyarakat. Saat ini sebagian besar paket pekerjaan telah memasuki tahap lelang melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).

“Kalau proses lelang berjalan sesuai jadwal, maka pengerjaan fisik bisa segera dimulai. Harapannya seluruh proyek selesai tepat waktu dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Top of Form

 

Bottom of Form