Jalan Penghubung Segah Tersendat, Aspirasi Kampung Kini Jadi Penentu Prioritas

Jalan Penghubung Segah Tersendat, Aspirasi Kampung Kini Jadi Penentu Prioritas


TANJUNG REDEB - Rencana pembangunan jalan penghubung antar kampung di Kecamatan Segah, belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. 


Di tengah keterbatasan fiskal daerah, pemerintah kini menempatkan aspirasi masyarakat kampung sebagai penentu utama arah pembangunan ke depan.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Fendra Firnawan, mengungkapkan secara teknis proyek tersebut sebenarnya sudah siap dilaksanakan. 


Jalur sepanjang sekitar 63 kilometer yang akan menghubungkan lima hingga enam kampung telah memiliki perencanaan dan trase yang jelas.


“Perencanaan sebenarnya sudah selesai, trase jalan juga sudah ada. Tinggal pelaksanaan. Tapi kalau dihitung kebutuhan anggarannya, untuk rigid beton sepanjang kurang lebih 64 kilometer itu bisa mencapai sekitar Rp800 miliar,” jelasnya.


Besarnya kebutuhan anggaran tidak hanya untuk badan jalan. Proyek ini juga mencakup pembangunan enam jembatan dengan bentang 40 hingga 100 meter yang memerlukan biaya puluhan miliar rupiah. Kondisi tersebut membuat realisasi proyek harus tertunda.


“Kalau ada dananya tentu kita kerjakan. Tapi kondisi fiskal sekarang sangat terbatas,” ujarnya.


Situasi semakin berat setelah alokasi pembangunan jalan di DPUPR Berau mengalami penurunan drastis. Jika sebelumnya anggaran mencapai sekitar Rp80 miliar, tahun ini hanya tersisa sekitar Rp225 juta yang diproyeksikan untuk kegiatan perencanaan.


“Untuk pembangunan jalan baru hampir tidak ada,” katanya.


Meski begitu, upaya menjaga kondisi jalan tetap dilakukan melalui anggaran preservasi sekitar Rp10–20 miliar. Namun, dana tersebut harus dibagi untuk sejumlah ruas lain di Berau.


Dalam kondisi efisiensi ini, DPUPR menegaskan tidak lagi memiliki usulan prioritas dari sisi dinas. 


Sementara proyek preservasi jalan di Segah tetap berjalan dan kini memasuki tahap tender, dengan target realisasi semester pertama tahun ini.


“Dengan kondisi efisiensi yang jauh, kami tidak punya usulan prioritas lagi. Prinsipnya sekarang, yang paling tahu kebutuhan adalah masyarakat. Usulan datang dari kampung, itu yang kami sampaikan,” tutupnya.


Credit Foto : Kondisi Jalan Kecamatan Segah.