Jembatan di Kampung Maluang Ambruk, DPUPR Pasang Jembatan Bailey
BERAU POST-TANJUNG REDEB – Akses jembatan di RT 4 Kampung Maluang mengalami kerusakan serius akibat intensitas air pasang surut yang tinggi dan terjadi secara berturut-turut beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Junaidi, menjelaskan, kerusakan terjadi secara bertahap hingga akhirnya jembatan tidak lagi bisa digunakan.
“Air pasang surut terjadi dengan intensitas tinggi dan terus menerus, sehingga membuat struktur jembatan tidak mampu bertahan,” ujar Junaidi, Senin (14/4).
Sebagai langkah cepat, DPUPR Berau melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) dari bidang Preservasi Jalan dan Jembatan telah menurunkan tim untuk memasang Jembatan Bailey sebagai solusi sementara.
“Kami sudah menerjunkan tim dan saat ini sedang dalam proses pemasangan Jembatan Bailey agar akses warga tetap terhubung,” tambahnya.
Junaidi menegaskan, pemasangan jembatan sementara ini penting agar aktivitas warga dan roda perekonomian tidak terputus total. “Ini untuk menjaga agar kegiatan masyarakat bisa tetap berjalan,” jelasnya singkat.
Panjang ruas jembatan yang terdampak diperkirakan sekitar 9 hingga 12 meter, dengan lebar antara 3 hingga 5 meter. Untuk penanganan permanen, Junaidi menyebut pihaknya akan segera mengusulkan agar jembatan tersebut mendapat penanganan lebih lanjut dalam program perbaikan mendatang.
DPUPR Berau menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan infrastruktur, terutama dalam menjaga konektivitas antarwilayah dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.
Terpisah, Camat Gunung Tabur, Luthfi Hidayat, berharap kerusakan jalan di wilayah RT 4 Kampung Maluang benar-benar menjadi perhatian, mengingat itu adalah akses utama masyarakat.
“Kami sudah turun ke lapangan untuk penanganan awal dan koordinasi,” ujar Luthfi singkat, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, berdasarkan analisa awal dan koordinasi dengan OPD teknis terkait, kerusakan di ruas tersebut bukan yang pertama kali terjadi. Karena itu, ia menekankan perlunya penanganan secara menyeluruh.
“Kalau kami lihat, ini bukan hal baru. Penanganannya harus komprehensif dan perlu dipikirkan secara teknis oleh Dinas PU bagaimana langkah ke depannya,” jelasnya.
Luthfi juga menyoroti posisi jalan tersebut yang mengarah ke wilayah utara Berau, sehingga menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat.
Ia menambahkan, beberapa kejadian serupa sebelumnya juga terjadi di kawasan Maluang, memperkuat alasan pentingnya perbaikan permanen.
“Harapan kami kalau bisa dipermanenkan tentu jauh lebih baik. Karena ini satu-satunya akses warga,” tegasnya.(*)