Kajian Lingkungan Jadi Penentu Utama Pembangunan Pengaman Pantai di Empat Pulau Berau
Berau, Global-Satu.com — Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan bahwa aspek lingkungan kini menjadi faktor paling krusial dalam setiap rencana pembangunan infrastruktur pesisir.
Hal itu terlihat dari proses penyusunan kajian yang tengah dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk proyek pengaman pantai di empat pulau, yakni Derawan, Maratua, Sambit, dan Balikukup.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, menyampaikan bahwa seluruh perencanaan untuk penanganan abrasi tidak boleh mengabaikan keberlangsungan ekosistem laut. Terlebih, beberapa pulau tersebut merupakan habitat penting penyu dan kawasan wisata unggulan.
“Semuanya perlu dikaji secara ilmiah agar pembangunannya aman bagi lingkungan,” ujar Hendra.
Hendra mengungkapkan bahwa kehati-hatian pemerintah daerah saat ini berkaca pada pengalaman sebelumnya, ketika proyek serupa di Pulau Derawan sempat terhenti karena ditemukan potensi gangguan terhadap habitat penyu.
“Namun sekarang izinnya sudah ada, jadi akan kami kerjakan,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen untuk menjaga lingkungan, DPUPR akan juga menggandeng World Wildlife Fund (WWF). Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan desain pengaman pantai tidak berdampak negatif pada penyu yang bertelur di sepanjang garis pantai pulau-pulau tersebut.
Kajian yang sedang berlangsung akan menjadi dasar penentuan bentuk, lokasi, dan metode pembangunan yang paling sesuai. Untuk mendukung proses perencanaan, pemerintah telah mengalokasikan Rp 1,5 miliar pada 2024, sedangkan pembangunan fisik dijadwalkan menggunakan anggaran Rp 10–15 miliar pada 2025.