Pembangunan BLK Sambaliung Dikebut, Jadi Pusat Pelatihan Modern di Berau
BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus mengebut pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Jalan Limunjan, Kecamatan Sambaliung. Proyek ini digadang menjadi pusat pelatihan kerja modern untuk mencetak tenaga terampil lokal di berbagai bidang.
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firmawan, menyebutkan bahwa pembangunan berjalan sesuai rencana yang telah disusun oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama kontraktor pelaksana.
“Target penyelesaian proyek ini pada Desember 2025. Jika nantinya anggaran yang tersedia belum mencukupi, akan kami lanjutkan pada anggaran murni 2026,” jelas Fendra.
Ia menegaskan, proyek pembangunan BLK ini bukan proyek multiyears, melainkan tahun tunggal, namun perencanaan dilakukan agar fasilitas yang sudah selesai dapat segera dimanfaatkan.
“Kita ingin hasilnya bisa langsung digunakan, tidak setengah-setengah dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pengembangan Permukiman Penataan Bangunan Jasa Konstruksi (P3BJK) DPUPR Berau, Junaidi, melaporkan bahwa progres fisik pembangunan sudah mencapai 23,53 persen sejak kontrak dimulai pada 27 Mei 2025.
“Saat ini pekerjaan meliputi pematangan lahan, pembangunan asrama, serta workshop alat berat. Nilai kontraknya sebesar Rp8,8 miliar,” ungkapnya.
Junaidi menjelaskan, BLK Sambaliung dibangun di atas lahan seluas 4,5 hektare, dengan waktu pengerjaan selama 210 hari kalender atau hingga 22 Desember 2025. Proyek ini merupakan bagian dari masterplan besar pengembangan kawasan pelatihan kerja di wilayah tersebut.
“Jika seluruh tahap rampung, total kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp210 miliar,” terangnya.
Untuk melanjutkan tahapan pembangunan berikutnya, DPUPR Berau juga telah mengusulkan tambahan dana sekitar Rp20 miliar pada APBD tahun depan. Dana ini akan difokuskan untuk membangun ruang kelas belajar (RKB) dan kantor pengelola.
“Secara umum progres masih sesuai jadwal, bahkan sedikit lebih cepat dari target,” ujar Junaidi optimistis.
Pembangunan BLK Sambaliung ini diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sumber daya manusia yang unggul.(DM)