Pemkab Berau Siapkan Rp20 Miliar Atasi Genangan di Kota dan Kampung, Drainase Singkuang Jadi Prioritas

Pemkab Berau Siapkan Rp20 Miliar Atasi Genangan di Kota dan Kampung, Drainase Singkuang Jadi Prioritas

TANJUNG REDEB – Permasalahan genangan air masih kerap terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Berau, baik di kawasan perkotaan maupun perkampungan. Kondisi ini biasanya muncul setelah hujan dengan intensitas tinggi dan pada beberapa titik bahkan memicu banjir.

Di wilayah perkotaan, genangan air sering ditemukan di ruas Jalan Singkuang–Murjani III serta Jalan APT Gatot Subroto. Sementara di wilayah kampung, kondisi serupa juga kerap terjadi di Kampung Buyung-Buyung, Kampung Gurimbang, hingga beberapa kampung di Kecamatan Talisayan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata, menjelaskan bahwa kawasan Jalan Murjani III berada pada wilayah sub daerah aliran sungai (sub DAS) yang cukup luas, yakni sekitar 218 hektare. Luasan ini menjadi yang terbesar kedua setelah sub DAS Jalan Kedaung yang mencapai 455 hektare.

“Dengan luasan daerah tangkapan air yang besar, risiko genangan memang cukup tinggi ketika terjadi hujan deras,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain sub DAS Jalan Singkuang, terdapat dua sub DAS lainnya yang sebelumnya telah ditangani pemerintah, yakni di kawasan Jalan Agustinus dan Jalan Diponegoro. Untuk sub DAS Singkuang sendiri sebenarnya sudah mulai ditangani pada tahun lalu, namun penyelesaian jaringan drainasenya belum sepenuhnya terhubung.

Hal ini disebabkan adanya aktivitas penyeberangan sementara saat proses rehabilitasi Jembatan Sambaliung beberapa waktu lalu, sehingga interkoneksi drainase di bagian muara belum bisa diselesaikan.

“Tahun ini interkoneksi drainase tersebut akan kami tuntaskan melalui lanjutan pembangunan drainase Singkuang yang saat ini proses tendernya sudah selesai,” terangnya.

Hendra menjelaskan, untuk mengurangi potensi banjir di sejumlah wilayah, pembangunan infrastruktur pengendali air seperti drainase, tanggul, dan normalisasi sungai menjadi langkah yang harus dilakukan secara bertahap.

Setelah proyek drainase di Jalan Padat Karya dan Sari Padat Karya rampung, pembangunan drainase di Jalan Singkuang kini menjadi prioritas utama. Proyek ini sebelumnya sempat tertunda karena keberadaan jalur penyeberangan sementara saat perbaikan Jembatan Sambaliung.

“Kegiatan drainase Singkuang ini akan kami percepat. Harapannya aliran air bisa lebih lancar sehingga genangan yang selama ini terjadi dapat berkurang,” ujarnya.

Untuk menyelesaikan pembangunan drainase dari Jalan Singkuang hingga Jalan Murjani III, Pemerintah Kabupaten Berau tahun ini telah menyiapkan anggaran sekitar Rp20 miliar.

Sementara itu, terkait persoalan genangan dan potensi banjir di Kampung Buyung-Buyung dan Kampung Gurimbang, Hendra menilai penanganannya kemungkinan tidak hanya melalui drainase. Pasalnya kedua wilayah tersebut berada di kawasan bantaran sungai.

“Karena lokasinya berada di tepi sungai, kemungkinan penanganannya melalui pembangunan tanggul atau normalisasi sungai. Tapi untuk memastikan langkah yang tepat, kami akan melakukan pengecekan terlebih dahulu,” pungkasnya.