Ruas Jalan Poros Tanjung Redeb-Talisayan Kini Sudah Bisa Dilalui
TANJUNG REDEB,WEBSITE DPUPR- Ruas Jalan Poros Tanjung Redeb–Talisayan di kilometer 72 yang sebelumnya sempat terputus akibat kerusakan, kini sudah bisa dilalui secara bergantian sejak Senin (5/5/2025) lalu.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPTD Pemeliharaan Infrastruktur DPUPR-Pera Kaltim Wilayah III, Usman.
“Mulai hari ini sudah bisa dilintasi secara bergantian. Tapi kami imbau masyarakat tetap waspada dan hati-hati,” ujarnya Minggu (11/5/2025).
Usman juga menyebut bahwa penanganan permanen terhadap kerusakan jalan tersebut masih menunggu arahan dari tim DPUPR-Pera Kaltim yang berkantor di Samarinda, mengingat kewenangan jalan tersebut berada di tingkat provinsi.
Menanggapi kondisi ini, Bupati Berau Sri Juniarsih langsung melaporkan permasalahan jalan tersebut kepada Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kaltim di Samarinda pada hari yang sama.
“Kami sampaikan pentingnya akses jalan ini karena sangat vital untuk perekonomian masyarakat. Status jalannya juga jalan provinsi, jadi kami berharap ada langkah solutif dari Pemprov,” bebernya.
Ia menegaskan bahwa penanganan terhadap kerusakan jalan ini tidak bisa ditunda, sebab akses tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung menuju wilayah pesisir Kabupaten Berau.
“Ini membutuhkan penanganan serius, karena kewenangannya ada di Pemprov Kaltim. Ini akses satu-satunya menuju ke pesisir,” tuturnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Berau juga mengambil langkah antisipatif dengan membuka jalur alternatif melalui segmen Mantaritip–Buyung-Buyung.
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan, melalui Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan, Benny Sepriady, mengungkapkan bahwa alat berat telah dikerahkan sejak kemarin untuk membenahi jalur tersebut.
“Jalan ini memang masih berupa jalan bukaan, belum ideal dilintasi. Tapi sebagai opsi sementara, ini bisa dimanfaatkan masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, pembenahan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengendara selama menunggu penanganan permanen pada jalan utama.
Langkah ini juga sejalan dengan hasil peninjauan sebelumnya oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang menekankan pentingnya menjaga kelancaran akses masyarakat.
"Dengan langkah-langkah darurat dan koordinasi lintas pemerintah yang terus diintensifkan, diharapkan solusi jangka panjang untuk kondisi jalan rusak ini dapat segera terealisasi," pungkasnya. (hel)