Sembilan Proyek Infrastruktur Masuk Program Strategis
TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), memastikan sembilan proyek strategis akan menjadi prioritas pelaksanaan pembangunan infrastruktur tahun 2025.
Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai kecamatan, dan sebagian besar sudah dalam tahap pelaksanaan.
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan, mengungkapkan, sembilan proyek strategis yang akan ditangani pihaknya meliputi sektor jalan, jaringan perpipaan air minum, serta pembangunan turap. Beberapa di antaranya merupakan proyek lanjutan yang sudah berjalan sejak beberapa tahun sebelumnya.
Pertama, proyek perluasan jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Labanan, Kecamatan Teluk Bayur, dan lanjutan SPAM Singkuang di Kecamatan Tanjung Redeb.
Lanjutnya, untuk pembangunan jalan, DPUPR Berau fokus pada beberapa proyek besar.
Antara lain lanjutan pembangunan Jalan Teluk Sumbang menuju Sinondok-Landas di Kecamatan Bidukbiduk, serta lanjutan pembangunan Jalan Pelabuhan Mantaritip yang kini sudah hampir rampung.
“Jalan Poros Harapan Jaya ke Tepian Buah di Kecamatan Segah, juga sedang dalam proses pengerjaan,” ujarnya, saa diwawancarai, Senin (12/5).
Tak hanya itu, pembangunan turap atau sheet pile di Kecamatan Gunung Tabur dan Sambaliung turut menjadi perhatian. Turap ini penting untuk mencegah abrasi, sekaligus memperkuat struktur tebing sungai di wilayah padat penduduk.
Proyek strategis lainnya adalah lanjutan pembangunan Jalan Kampung Teluk Sulaiman menuju Kampung Teluk Sumbang. Dengan demikian, total ada sembilan proyek yang tercatat sebagai program strategis tahun 2025.
Dari sembilan proyek tersebut, beberapa telah melalui proses lelang dini, sementara lainnya masih dalam tahap persiapan.
Pun sebagian proyek ada yang mengalami efisiensi anggaran, dan rata-rata untuk pekerjaan jalan saja. Nilainya pun tidak terlalu besar, yakni sekitar Rp 1 miliar.
Yang perlu digarisbawahi katanya, pemotongan anggaran tidak berpengaruh terhadap struktur bangunan yang ada.
“Karena yang tidak boleh terkena pemotongan itu pembangunan jembatan, karena sifatnya saling terhubung. Kalau untuk jalan masih bisa dipotong,” tegasnya.
Dengan progres yang terus berjalan, dirinya berharap seluruh proyek strategis ini dapat memberikan dampak nyata bagi konektivitas dan pelayanan publik di Bumi Batiwakkal.
"Terlebih, beberapa proyek merupakan harapan lama masyarakat yang akhirnya dapat terealisasi secara bertahap," tuturnya. (*)