SPAM Maratua: Rp 8,4 Miliar untuk Atasi Krisis Air Bersih di Surga Wisata Berau
Pemerintah Kabupaten Berau terus menggenjot
pemerataan layanan air bersih hingga ke wilayah kepulauan. Tahun ini, Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) resmi memulai pembangunan Sistem
Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Maratua. Proyek strategis daerah
tersebut menelan anggaran sebesar Rp 8,4 miliar.
Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan DPUPR Berau, Decty Toga Manduli, menegaskan bahwa pembangunan SPAM
Maratua masuk prioritas utama. Alasannya, selain sebagai kawasan kepulauan,
Maratua juga dikenal sebagai destinasi wisata internasional yang menuntut
ketersediaan air bersih dalam jumlah besar.
“Maratua menjadi perhatian khusus karena
kebutuhan air bersih di sana cukup tinggi. Kehadiran SPAM ini diharapkan bukan
hanya membantu masyarakat, tetapi juga menopang sektor pariwisata,” ujar Decty.
Proyek SPAM Maratua mencakup pembangunan
jaringan distribusi air bersih lengkap dengan fasilitas penunjang. DPUPR
optimistis, begitu rampung, layanan ini akan langsung meningkatkan kualitas
hidup masyarakat sekaligus memperkuat infrastruktur dasar di kawasan strategis
tersebut.
“Target kami, masyarakat bisa lebih mudah
mendapatkan akses air bersih layak konsumsi. Tentunya dengan pengelolaan
berkelanjutan agar pelayanan tetap maksimal,” tambahnya.
DPUPR juga menekankan pentingnya pengawasan.
Tak hanya dilakukan oleh instansi teknis, tetapi juga melibatkan masyarakat
agar infrastruktur yang dibangun bisa terjaga dan berfungsi optimal.
“Harapan kami, pembangunan ini dapat segera
selesai dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maratua,” tutup
Decty.