Tinjau Ulang Desain Drainase, DPUPR Berau Antisipasi Risiko Banjir
TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau telah meninjau ulang blueprint pengerjaan drainase di sejumlah titik di Kabupaten Berau.
Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi tata ruang dan perkembangan pembangunan yang terus berubah.
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan mengatakan, meski secara garis besar perencanaan drainase tetap mengacu pada desain lama, namun ada beberapa penyesuaian teknis yang harus dilakukan agar lebih sesuai dengan kondisi terkini.
“Progres tetap berpedoman pada blueprint sebelumnya, hanya saja ada review untuk disesuaikan kembali dalam perencanaan selanjutnya,” ujarnya.
Kata Fendra, Perubahan ini tidak bersifat mayor, tetapi lebih pada penyesuaian dengan kondisi aliran sungai, ketinggian, hingga pembukaan lahan.
Menurutnya, perkembangan pembangunan perumahan dan infrastruktur membuat daerah resapan air semakin berkurang.
Sehingga, potensi banjir di sejumlah kawasan semakin meningkat. Itu sebabnya, desain drainase juga harus menyesuaikan.
“Kalau dulu lahan satu hektare masih berupa rumput, sekarang bisa jadi sudah berubah menjadi deretan rumah. Itu jelas berpengaruh pada daya resapan,” tambahnya.
Adapun elevasi dan kapasitas saluran drainase perlu ditingkatkan agar mampu menampung debit air lebih besar, yakni perubahan tata ruang yang membuat beberapa daerah yang dulu berupa bukit kini sudah berubah fungsi menjadi kawasan perumahan.
Kondisi ini menuntut DPUPR untuk memastikan desain drainase tidak hanya mempertahankan konsep lama, tetapi juga mampu menjawab tantangan lingkungan yang ada saat ini.