Warga Harus Sabar, Jembatan Penghubung 3 Kampung di Berau Terganjal Anggaran

Warga Harus Sabar, Jembatan Penghubung 3 Kampung di Berau Terganjal Anggaran

TANJUNG REDEB – Harapan masyarakat Kampung Inaran, Pegat Bukur, hingga Bena Baru untuk memiliki jembatan permanen nampaknya harus tertunda. Jalur vital yang menghubungkan ketiga kampung tersebut dipastikan belum terakomodasi dalam Anggaran Murni 2026 akibat keterbatasan finansial daerah.


Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau, Bambang Sugianto, mengakui bahwa proyek ini sebenarnya merupakan kebutuhan mendesak. Pihaknya pun telah berulang kali mengajukan usulan agar jembatan tersebut segera dibangun secara permanen.


"Usulan sudah sering kami ajukan. Sejauh ini, penanganan sementara baru berupa jembatan bailey agar akses warga tetap fungsional dan tidak terputus," ujar Bambang, Senin (13/4/2026).


Skala Prioritas di Tengah Keterbatasan

Bambang menjelaskan, penurunan postur anggaran daerah memaksa Dinas PUPR untuk lebih selektif dalam menentukan skala prioritas. Dengan banyaknya usulan infrastruktur yang masuk dari berbagai kecamatan, proyek jembatan penghubung Inaran–Pegat Bukur–Bena Baru akhirnya belum bisa "gol" tahun ini.


"Karena keterbatasan anggaran dan banyaknya usulan, proyek ini belum bisa masuk di anggaran murni 2026. Kami harus memutar otak untuk menyesuaikan dengan ketersediaan dana," imbuhnya.


Titik Terang di Anggaran Perubahan

Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu berkecil hati. Dinas PUPR tetap menempatkan jembatan ini dalam daftar program prioritas daerah. Pihaknya berencana mencari celah melalui skema anggaran lain.


"Pasti tetap prioritas. Rencananya akan kami usulkan kembali di Anggaran Perubahan 2026 atau di Murni 2027. Kami akan lihat mana yang paling memungkinkan," jelasnya memberikan angin segar.


Kabar Baik untuk Jalur Segah

Di tengah tertundanya proyek jembatan tersebut, Bambang membawa kabar baik bagi warga di wilayah Kecamatan Segah. Dinas PUPR telah mengalokasikan dana untuk perbaikan akses darat di wilayah tersebut.


"Untuk tahun ini, sudah ada anggaran rehabilitasi jalan poros Baturajang sampai Long Lancin di wilayah Segah dengan nilai kurang lebih Rp1 miliar. Proyek ini sudah siap jalan," pungkasnya. (hel)