DPUPR Berau Prioritaskan Tiga Kolam Detensi untuk Redam Banjir Kota
TANJUNG REDEB WEBSITE DPUPR – Untuk mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan perkotaan saat musim hujan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau merancang solusi strategis dengan membangun tiga kolam detensi di lokasi rawan banjir. Tiga titik yang menjadi prioritas pembangunan adalah Kelurahan Bedungun, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Diponegoro.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, menjelaskan bahwa pembangunan kolam detensi ini bertujuan mengurangi intensitas genangan air yang sering terjadi di daerah tersebut.
“Ketiga titik ini dipilih karena menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Dengan kolam detensi, air hujan dapat ditampung sementara sebelum dialirkan ke saluran utama,” ujar Hendra, Minggu (20/10/2024).
Kajian Mendalam dan Rencana Terintegrasi
Hendra mengungkapkan, rencana pembangunan kolam detensi ini telah melalui studi mendalam yang mencakup analisis kondisi eksisting, desain drainase terintegrasi, hingga pengembangan kawasan hijau. Langkah ini juga menjadi bagian dari program pengendalian banjir yang berkelanjutan di Kabupaten Berau.
“Kami telah mengkaji solusi ini sebagai langkah strategis untuk mengatasi banjir di Kecamatan Tanjung Redeb, yang menjadi pusat aktivitas perkotaan,” tambahnya.
Selain kolam detensi, DPUPR juga merencanakan pelebaran parit dan peningkatan kapasitas saluran drainase di sejumlah titik rawan banjir, seperti Jalan Gatot Subroto, Jalan Kedaung, dan Jalan Diponegoro.
Meski pemerintah telah melakukan berbagai langkah teknis, Hendra menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat diperlukan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan di saluran drainase menjadi salah satu penyebab utama penyumbatan yang memicu banjir.
“Fungsi drainase akan maksimal jika masyarakat ikut menjaga kebersihan saluran air. Ini langkah sederhana namun sangat penting untuk mendukung keberhasilan program pengendalian banjir,” tegasnya.
DPUPR juga mengajak masyarakat, terutama di tingkat RT dan kelurahan, untuk aktif melaporkan kondisi saluran drainase yang bermasalah dan mengikuti kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Hendra optimis permasalahan banjir di Kabupaten Berau dapat diatasi secara bertahap. Pembangunan tiga kolam detensi ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan menuju lingkungan perkotaan yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari genangan air.(hel)